Tiga Satu Tiga

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Politik
dipublikasikan 30 Maret 2017
Tiga Satu Tiga

Aksi yang dilakukan umat Islam: 313, seperti biasanya akan banyak ditanggapi dengan berbagai macam reaksi. Paling sering sebagian kalangan mengatakan, “Ada unsur politis di baliknya.” Terdengar tidak asing bukan?

Padahal, Muhammad Al-Khaththath—Sekjen Forum Umat Islam (FUI)—sudah membantah bahwa aksi tersebut berbau politis, melainkan sebuah penyampaian aspirasi dan keinginan umat.

Mungkin beberapa orang menyangka ada “dalang” di aksi tersebut. Misalnya, Hysebastian menyatakan bahwa aksi 313 akan dihadiri belasan juta warga yang tak pernah mendengar tentang hasil kerja Pak Ahok. Mereka hanya mendengar dakwah-dakwah dari ulama yang tidak bertanggung jawab dan menggunakan momen pilkada ini untuk mendompleng popularitas mereka.

Lebih jauh Hysebastian juga menyebutkan bahwa orang yang gagal paham, tentu akan melihat aksi yang paling seru dan paling melimpah nasi dan bungkus-bungkusnya.

Di belahan mana pun di Indonesia ini—bisa jadi banyak orang beropini mirip dengan Hysebastian, meskipun mungkin mereka belum bisa mendapatkan fakta tentang “nasi bungkus” sebagai upah untuk pendemo.

Kita lupa, demonstrasi di negara ini sudah diatur oleh undang-undang. Mengapa tidak kita biarkan saudara-saudara kita menyampaikan pemikirannya dengan cara yang sah?

Opini yang terlalu liar tanpa data dan fakta yang jelas—berdasarkan kebencian semata dikhawatirkan hanya menambah keruh suasana.

Namun, Pak Wiranto—Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan—meyakini masyarakat banyak menilai aksi tersebut tidak dilakukan.

Hal yang harus diperjelas Pak Wiranto mungkin tentang kata “masyarakat”. Masyarakat yang mana, Pak? Atau bisa jadi beliau telah mengantongi data-data mengenai sejumlah orang yang menolak aksi 313. Entahlah.

Dukungan dan penolakan selalu ada, namun jika suatu aksi telah dijamin oleh undang-undang—agar rakyatnya bisa menyampaikan ide-ide dengan cara yang sah—maka tidak ada salahnya kita semua pun mengawalnya dengan cara yang benar, bukan dengan menebar kebencian yang sering menyulut isu-isu suku, agama, ras, dan antar golongan.

---

Pontianak, 30 Maret 2017

Dicky Armando

 

Referensi:

  • Hysebastian. “Jangan Takut Aksi 313, Justru Dalang Aksi 313 yang Sedang Takut Kalah”. Seword(dot)com.  29 Maret 2017. Web. 30 Maret 2017. 

  • Nailufar, Nibras Nada. “Aksi 313 Tuntut Ahok Diberhentikan”. Megapolitan(dot)kompas(dot)com. 30 Maret 2017. Web. 30 Maret 2017. 

  • Putra, M Andika dan Gual, Marselinus. “Rizieq Shihab dan Rhoma Irama Hadir di ‘Panggung’ Aksi 313”. Cnnindonesia(dot)com. 30 Maret 2017. Web. 30 Maret 2017. 

Sumber foto: Pixabay.com