Menulis di Keramaian

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Puisi
dipublikasikan 28 Maret 2017
Menulis di Keramaian

Penaku tak akan patah

meski didera kata-kata.

 

Jemari tiada lelah

biarpun engkau menggelengkan kepala.

 

Tinta, debu, kopi, fakta, dan imajinasi

lebur jadi satu.

 

Lalu, sampai kapan kita cuma saling pandang

dari mata yang menyelinap di seberang?

 

Kau butuh wajahmu tercetak di surat kabar,

sementara kita semua hanya perlu jiwa yang besar.

---

Pontianak, 28 Maret 2017

Dicky Armando 

 

Sumber foto: Pixabay.com 


  • Dani Kaizen
    Dani Kaizen
    8 bulan yang lalu.
    @Dicky Armando, Dimanapun kita menulis.....dikesunyian ataupun dikeramaian .....yang penting hati bahagia.............
    .
    *salam #VirusMenulis :-)

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    8 bulan yang lalu.
    sayah nulis dikeramaian kok gak paham ide ngeblur hiksss loh pak

    • Lihat 2 Respon