Juara 2 Lomba Cipta Puisi Tingkat SMA di Kalimantan Barat

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Inspiratif
dipublikasikan 25 Oktober 2016
Juara 2 Lomba Cipta Puisi Tingkat SMA di Kalimantan Barat

Namanya adalah Yulinadia Syahfira, ia anak asuh ibu saya. Sejak masih bayi—Fira—sudah tinggal bersama kami sekeluarga.
 
Ketika saya menerbitkan buku antologi pertama di tahun 2015: Huruf-Huruf Kering, gadis bertubuh kecil itu membacanya dengan saksama sambil senyum-senyum sendiri. Saya kira dia sudah gila.
 
Suatu hari di bulan September 2016 ia berkata kepada saya, “Mas Dicky, Fira mau ikut lomba puisi yang diselenggarakan Balai Bahasa Kalimantan Barat.
 
“Lihat pengumumannya di mana?” tanya saya.
 
“Di situs internet Balai Bahasa Kalimantan Barat,” jawabnya.
 
Saya langsung mengecek situs tersebut, kami membacanya bersama via laptop.
 
Perempuan yang bersekolah di SMK Negeri 1 Pontianak itu langsung menyiapkan persyaratan, tapi masih ada suatu masalah.
 
“Mas Dicky ... ajari Fira menulis puisi,” pinta Fira, pelan.
 
Saya menggaruk kepala, bingung, karena cara menulis puisi saya pelajari secara mandiri, tanpa mengenyam pendidikan formal mengenai hal itu, kalau dia bertanya tentang cara membuat laporan keuangan, tentu saja saya tidak pusing, ilmu kuliah dulu masih ada sedikit yang menempel di kepala.
 
Akhirnya saya mengeluarkan beberapa literatur mengenai metode pembuatan puisi, teori, dan buku-buku sastra dalam bentuk fisik maupun e-book.
 
Saya berusaha mengajari Fira semampunya, karena saya tahu bahwa diri ini hanyalah seorang amatiran dalam bidang sastra, bisa dibilang bodoh kalau dibandingkan penulis-penulis lain di Kota Pontianak.
 
Setelah berproses beberapa lama, akhirnya Fira bisa membuat 10 puisi andalannya, namun total maksimal yang bisa dikirim untuk lomba hanya 3 puisi. Fira memilih puisi yang berjudul “Cinta yang Lewat”, “Sekolahku”, dan “Ibu”. Saya pikir pilihannya sudah tepat. Puisi pun dikirim ke Panitia Balai Bahasa Kalimantan Barat.
 
Hari ini (24/10/2016), sekitar pukul 8.30 WIB saya mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal.
 
“Halo, apa benar ini Dicky Armando? Wali murid dari Yulinadia Syahfira?” tanya suara di seberang sana.
 
“Iya, Pak. Ini dari mana?”
 
“Saya dari Balai Bahasa Kalimantan Barat, ingin memberitahukan bahwa Yulinadia Syahfira dapat juara 2 kategori SMA/SMK. Pengambilan hadiah di tanggal 31 Oktober 2016, pukul 9 pagi di kantor Balai Bahasa Kalimantan Barat, tolong sampaikan ke anaknya itu ya, Mas.”
 
“Baik, Pak! Terima kasih!” jawab saya, senang.
 
Telepon ditutup. Saya pun segera memeriksa Fan Page Facebook dari Balai Bahasa Kalimantan Barat, ternyata benar, nama Fira tercantum dalam pengumuman mereka. Sekarang adik asuh saya itu menyandang gelar juara 2 lomba puisi tingkat SMA/SMK se-Kalimantan Barat.
 
Alhamdulillah, Fira dapat rezeki, insya Allah, berkah!
---
Pontianak, 25 Oktober 2016
Dicky Armando
 

  • view 305