Kosmetik Bisa Bicara

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Agustus 2016
Kosmetik Bisa Bicara

Sore tadi sepulang kerja, di sebuah warung kopi. Di depan saya ada tiga orang perempuan dan satu orang laki-laki. Si laki-laki sedang asyik memainkan telepon genggamnya, dan yang lainnya sibuk bergosip.

 

"Eh tadi di komplek rumahku rusuh lhoo ... itu tetangga yang pernah kuceritakan, ketahuan selingkuh!" kata seorang perempuan beralis tebal.

 

"Eh yang benar? Bagaimana kejadiannya?" tanya seorang perempuan yang lain, bibirnya tebal, eh ... maksud saya lipstiknya tebal.

 

"Waahh pasti seruuu!" kata perempuan yang ke-tiga, sepertinya yang bermuka tebal, tipe "pembantu"--sering disuruh-suruh oleh perempuan lain berstatus sosial lebih tinggi, atau lebih banyak duit darinya. Dari awal memang dia ini yang paling sibuk mengurusi pesanan makanan dan tempat duduk kawan-kawan lainnya. Biasanya tipe ini ingin bergaul dengan kalangan "borju" dan berusaha tampak mewah meskipun atap di rumah bocor.

 

Setelah beberapa menit bergosip, giliran si pria satu-satunya itu bertanya, "Cerita apa, sih?"

 

Tiga wanita tersebut menjawab bersamaan, "Kepoooooo!"

 

Saya yang duduk di belakang mereka tersedak, kopi masuk ke saluran hidung. Saya kaget karena teori "laki-laki selalu salah" itu benar adanya.

 

Mereka semua memandang ke arah saya.

 

"Kenapa, Bang?" tanya si bibir tebal, eh ... lipstik tebal.

 

"Tidak apa-apa. Saya terkejut, tadi barusan ada kosmetik bisa ngomong," jawab saya, asal.

 

Mendengar perkataan saya, dua perempuan dan satu perempuan tipe "pembantu" tersebut bersungut, memandang sinis. Si pria satu-satunya melayangkan jempol tangan kanannya ke arah saya--tanda setuju--sambil tersenyum kecil. 

--- 

Pontianak, 24 Agustus 2016

Dicky Armando

Sumber foto: www.brilio.net