Spanduk

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Agustus 2016
Spanduk

Aku tinggal di kota yang penuh spanduk.

Di kanan kiri jalan ada saja wajah-wajah orang terhormat

sedang tersenyum atau saling menggenggam tangan.

Tapi sayang, huruf-huruf dalam lembaran panjang itu

sering berjatuhan, sehingga membentuk kata-kata baru.

Mungkin penulisnya seorang dari bangsa lain.

 

Anehnya wajah-wajah terpampang tersebut

tetap senyum meskipun kalimat di dada mereka tak sempurna,

padahal nama mereka luar biasa panjang

ditambah gelar,

dasi melingkar,

tatapan juga sangar.

 

Jika malam tiba

aku suka berjalan di pinggiran pagar-pagar kota,

memunguti kata-kata yang hilang dari peredaran.

Biasanya kujalin kembali menjadi puisi

dalam buku usang.

--- 

Pontianak, 19 Agustus 2016

Dicky Armando

Sumber foto: bogor.tribunnews.com 

  • view 122

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    faisal
    krim bad
    es crime
    free wife

    apalagi ya... lupa.
    dulu di fb pernah share, ada banyak yang salah tulis terlalu gitu

    • Lihat 4 Respon