Dinding Lusuh

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Juli 2016
Dinding Lusuh

Aku menatap dinding penuh bercak hitam putih

yang selama ini temaniku saat sepi.

Entah sudah berapa puisi tercipta

ketika punggungku bersandar padanya.

 

Jika nanti suatu hari aku harus pergi dari kamar ini,

ingin kubawa semua pahit manis yang terukir di sana.

Supaya aku tak lupa,

agar hati bahagia.

 

Seandainya nanti kutinggalkan,

masihkah ada barisan semut rapi yang berjuang

melewati garis-garis waktu?

Apakah matahari masih sudi menyinari dinding tua ini

dengan pilar-pilar cahaya?

 

Cinta, cita, harapan, maya, dan fana

adalah ilusi sekaligus kenyataan

yang memenuhi bola mataku.

 --- 

Pontianak, 10 Juli 2016

Dicky Armando 

Sumber foto: architectaria.com 

  • view 197