Catatan Tidak Penting: Film Horor

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Juni 2016
Catatan Tidak Penting: Film Horor

Persisnya kejadian ini—saya tak terlalu ingat, tapi yang pasti terjadi di bulan Mei 2016. Sedikit horor dan terjadi dalam keadaan sangat sadar. Mungkin tidak masuk akal, tapi inilah yang terjadi.

Suatu malam, saya menonton sebuah film horor, tentang penyihir-penyihir eropa. Judulnya apa? Maaf, saya lupa! Hahahaha!

Beberapa kejadian yang akan saya tulis berikutnya merupakan alasan untuk tidak terlalu sering menonton film horor Hollywood dan lain-lain, kalaupun harus menonton—akan saya percepat adegannya apabila ditonton di laptop atau DVD player, karena—sejatinya film horor dan aksi adalah jenis film kesukaan saya.

Kembali pada fokus cerita dari paragraf 2 (dua) tulisan ini. Ketika itu saya mulai merasa tidak nyaman (sakit kepala) dengan adegan-adegan penyembahan atau ritual yang menampakkan beberapa penyihir wanita membaca mantra di depan api. Jujur, saya mencurigai bahwa mantra tersebut hampir mirip dengan aslinya, atau mungkin memang asli! Tepat saat adegan ritual selesai, lampu neon ruangan tempat saya menonton mati perlahan, tidak wajar. Laptop langsung saya matikan, dan selesailah kegiatan menonton film pada malam itu.

Peristiwa lainnya adalah saat suatu malam—saya menonton film yang berjudul Exorcism di laptop secara streaming internet. Film tersebut menceritakan tentang pengusiran setan dengan metode agama tertentu. Sekitar 10 (sepuluh) menit berjalan, terdengar suara orang bersenandung, seperti bergumam kecil dengan nada-nada. Saya perhatikan jam dinding—sudah menunjukkan pukul 12 (dua belas malam), sehingga keadaan benar-benar sunyi, dan suara tersebut terdengar jelas, suara wanita. Pada film saat itu adegannya ditunjukkan beberapa simbol atau gambar-gambar yang berhubungan dengan paganisme.

Film horor seri “Penny Dreadful” yang dibintangi oleh Eva Green juga termasuk favorit saya—yang cukup banyak “menyuarakan” tentang pengetahuan tak kasat mata. Bedanya, fenomena ekstrim belum terlalu banyak saya alami ketika menontonnya, paling parah adalah udara di sekitar saya terasa berat, bukan karena perasaan takut, tapi ketika kita bernafas dan memandang sekitar, nafas dan tubuh menjadi lebih lemas dari biasanya. Film ini sendiri menceritakan tentang seorang wanita dengan kemampuan untuk mengalahkan iblis yang berada di dunia. Tak hanya itu, beberapa makhluk mitos juga muncul di film tersebut, misalnya Drakula, Manusia Serigala, dan sejenisnya. Lengkap dengan pengucapan mantra-mantra oleh bintang utama yang benar-benar asing di telinga saya.

Dari beberapa pengalaman di atas, akhirnya saya mengurangi intensitas menonton film horor yang menurut saya punya potensi “menyelipkan” orisinalitas ritual paganisme atau kepercayaan tertentu, karena rasa-rasanya bisa berbahaya untuk otak dan/atau psikologi secara umum. Saya meyakini sebagian pembuat film horor luar negeri sengaja memasukkan unsur ritual paganisme murni dalam beberapa adegan, untuk tujuan yang lebih besar, kalau saya bilang—cuci otak secara massal melalui media elektronik dan propaganda.

Kalau film horor Indonesia bagaimana? Ini saya tak bisa jawab, karena tidak pernah nonton.

--- 

Pontianak, 19 Juni 2016 

Dicky Armando 

Sumber foto: penny-dreadful.wikia.com 

  • view 105

  • Nur Hayati
    Nur Hayati
    1 tahun yang lalu.
    Sdh nonton the conjuring 2?

    • Lihat 5 Respon