Filosofi Picisan: Hari Akhir

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Lainnya
dipublikasikan 15 Juni 2016
Filosofi Picisan: Hari Akhir

Benarkah dunia sedang mendekati hari akhirnya? Saya pikir jawabannya adalah “iya”, karena manusia yang memiliki keimanan pada Tuhan mulai berselisih, semua merasa paling benar. Ini benang kusut sejak lama, dan sepertinya ada pihak-pihak yang menikmati tontonan ini, entah siapa.

Orang-orang yang memegang teguh kepercayaan sudah saling sindir, mencela, dan lain-lain. Sementara yang tak percaya Tuhan juga tak kalah heboh dalam diam, membakar pelan-pelan seakan tak punya peran, menggunakan tameng hak asasi manusia untuk melakukan ini dan itu.

Kesempatan apa pun dilakukan oleh si “A” untuk melemahkan keyakinan si “B”, mulai dari mempermasalahkan aturan dan sebagainya—tapi menggunakan kedok yang lebih halus. Lalu si “B” sudah mencium adanya konspirasi di balik itu semua, setelahnya semua ribut.

Anehnya, para ahli tak mendinginkan situasi—melainkan melakukan balasan-balasan, sedangkan sebagian lainnya hanya diam seperti membiarkan saja situasi seperti ini.

Kiamat merupakan hari kehancuran, menyisakan puing. Dapatkan kita lihat bahwa “puing-puing” kecil sudah lama berserakan di negeri ini ... maaf, bukan “puing kecil”—tapi “puing yang dianggap” kecil sehingga kita semua tak sadar proses kehancuran sedang terjadi.

Penghancuran secara diam-diam ini, sepertinya berhasil dengan cara mengirimkan “paham” ke dalam suatu sistem tatanan sosial—yang kemudian membuat orang bisa berpikiran: “Saya bisa meludah di mana pun, karena saya punya hak untuk meludah di tempat yang saya suka!”

Lagi-lagi tidak ditemukan pelaku sebenarnya, karena banyak sekali faktor-faktor pembentuk “kehancuran”, apalagi di dalam komunitas masyarakat yang menyukai hal-hal praktis. Sang Hacker punya peluang tinggi mengirimkan “virus”, dan tertawa riang di depan layar komputernya—menonton manusia-manusia perang keyakinan. Sayang sekali umpan seperti ini memang mahal dan menggoda, pengaturannya rapi, dan dampaknya besar.

Hari akhir pada akhirnya terbentuk akibat dari pikiran miring para awam dan ahli-ahli yang hanya diam entah di bawah tekanan siapa, serta egoisme dari masing-masing kelompok—saling mengintai potensi kesalahan agar menjadi bunga api di tengah masyarakat. Pencitraan murahan ... tentu saja. 

--- 

Pontianak, 15 Juni 2016

Dicky Armando 

Sumber foto: www.tianxinqi.com 

  • view 117