Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 11 Juni 2016   16:16 WIB
Falsehood

“Malam ini jadi nonton?” tanya Ira. Nada suaranya memaksa. Ia sedang bersama Dido di sebuah toko buku.

Dido memandang wajah pacarnya itu baik-baik, tidak terpancing. Lelaki berkulit kuning langsat itu melanjutkan pencarian buku novel favoritnya.

“Ih ... kamu ditanya malah diam!” sergah Ira, dicubitnya punggung Dido.

“Sakit! Jangan main kasar kenapa? Lagi puasa ini,” kata Dido tenang, tak ingin puasanya rusak gara-gara hal tak jelas.

Perempuan bermata kecil tersebut merengut. “Kalau beli tiket jam segini, mana dapaaaat!”

“Bukankah kamu punya fasilitas pembelian tiket online di telepon genggam cerdas yang selalu kamu pakai memotret di depan kaca toilet?” Dido mengajukan pertanyaan “beraroma” sarkastis.

Ira diam, lidahnya kelu, dan mengeluarkan senjata andalannya, pura-pura marah seakan menjadi orang yang benar.

“Aku—“

“Kenapa? Sudah ada janji buka puasa dengan kawan-kawan sekolah? Kawan kuliah? Kawan taman kanak-kanak?” tanya Dido, memotong kalimat dari mulut Ira.

Merasa semua senjata rahasianya sudah keluar pun tak mempan, maka perempuan berambut panjang tersebut berjalan pelan mengikuti pacarnya, tanpa kata-kata. Di mata-nya ia melihat punggung Dido seperti dilindungi perisai besar yang terbuat dari material pembuat tulang Wolverine, dan ada tulisan terpampang besar di situ: “Kebohongan dilarang masuk.”

--- 

Pontianak, 11 Juni 2016 

Dicky Armando 

Sumber foto: hubpages.com 

Karya : Dicky Armando