Ruqyah

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Puisi
dipublikasikan 07 Juni 2016
Ruqyah

Telingaku terasa geli,

sepertinya sesuatu hendak keluar

dari telinga kanan.

Menusuk tajam, sakit,

sampai akhirnya terasa lapang.

Inikah rasanya menang?

 

Mungkin huruf alif, ba, dan kawan-kawan

mampu memenuhi lubang kuping sampai kalbu.

 

Orang di sebelahku histeris,

meronta dan merayap.

Mirip buaya minta dilepas.

Matanya merah penuh air, gigi-nya gemeretak.

Goresan cakar tergambar jelas

menghiasi lantai bagai sayatan pisau.

Akhirnya ia pingsan, lemas, tanpa daya.

Terobati dengan keajaiban firman-Nya,

damai dalam kasih sayang Sang Pemilik Jiwa.

 

“Bagaimana?” tanya orang ber-peci di belakangku.

“Ah, ringan rasanya,” jawabku.

“Berat itu gara-gara sering lupa Tuhan,” katanya lagi.

Aku mengangguk.  

--- 

Pontianak, 7 Juni 2016 

Dicky Armando 

Sumber foto: www.idmuslim.com 

  • view 91