Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 5 Juni 2016   14:52 WIB
Gadis Malam

Dunia menggores tubuh indahmu.

Penderitaan sembunyi di bawah mulus kulitmu.

 

Secibir luka

tersungging merah pada senyum

yang dihiasi lampu warna-warni.

 

“Apa itu?” tanyaku.

“Ini air mata,” jawabnya, “tapi tak tampak.”

 

“Lalu, itu apa?”

“Ini selangkangan, yang membuat lelaki alim mana pun lupa dengan rumah.”

 

Ia tetap berdiri

meski kedingingan sendiri.

Malam ini tak boleh pulang,

sebelum alat tukar untuk beli susu bayi—lengkap di tangan.

 

Suaranya lembut menggoda dan penuh derita.

 

“Kau tak mau coba?” ia bertanya.

“Tidak, aku hanya ingin mencatatmu dalam puisi.”

 

Kedua mata yang di ujungnya tercetak lebam itu

tertutup sejenak. Menunduk.

Diambilnya kertasku, dibaca.

Kemudian tertawa gila.

 

Jemari lentik menambahkan kata-kata

di bait terakhir puisiku: “Dunia tidak kejam, tetapi kelam.”

--- 

Pontianak, 5 Juni 2016

Dicky Armando 

Sumber foto: www.pinterest.com 

Karya : Dicky Armando