Sebelum Matahari Terbenam

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Puisi
dipublikasikan 04 Juni 2016
Sebelum Matahari Terbenam

Sebelum matahari terbenam,
perbudakan terjadi
tanpa kita sadari.
Apa karena jiwa yang tumpul?
Atau karena hati yang kecut?

Caci maki kita relakan
masuk ke dalam hati.
Perintah kasar dimaklumi
seakan ada dewa di hadapan.

Kepada siapa kita menjilat?
Bahkan bulan tak perlu merayu matahari untuk terbit.

Mereka yang lehernya dicekik
setiap pagi di depan cermin,
selalu membawa bingkisan amarah
bagi siapa pun di rumah.
Luapan kata-kata
mengendap begitu kotor,
hanya deru tangis yang mungkin bisa berkata-kata.

Satu sampai sepuluh juta rupiah per bulan
membuat nyawa seakan berada di tangan manusia
yang kebetulan nangkring pada puncak tertinggi hirarki.
Siap menjilat pantatnya
supaya dapur hangat selalu.

Jangan sebut diri anda orang bebas!
Jika masih menghamba pada selain Tuhan.
Jangan sebut diri anda orang bebas!
Seandainya diam pada kezaliman.

Tepat sebelum matahari terbenam,
perbudakan selesai ... untuk sementara.

--- 

Pontianak, 04 Juni 2016

Dicky Armando 

Sumber foto: www.cartoonstock.com 

  • view 118