Penangkal Petir Cinta

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Motivasi
dipublikasikan 09 Mei 2016
Penangkal Petir Cinta

Siapa yang tak pernah jatuh cinta? Anda? Saya? Semuanya pernah. Bagaimana agar si “target” jatuh cinta? Well ... jawaban ini relatif memang.

Saya menulis ini untuk kaum pria yang mungkin dalam beberapa kejadian—cintanya tak terbalas dan/atau selalu tak pernah berbalas.

 

Perlu kita ingat, di zaman yang semakin “gila” ini—sering muncul ungkapan: “Cinta diberi kecap tak bisa bikin kenyang,” atau “Kebahagiaan dipupuk dengan cinta, dan cinta dipelihara dengan penghasilan yang cukup.” Terdengar mengesalkan? Jujur ... saya juga benci kalimat-kalimat tersebut. Namun tidak dapat dikesampingkan bahwa ada faktor-faktor penunjang jatuh cinta. Apa saja? Silakan dilihat di bawah ini:

  1. Rasa sayang/cinta.
  2. Rasa nyaman.
  3. Rasa bangga.
  4. Rasa aman.

 

Pada butir 1 (satu)—yaitu rasa sayang/cinta merupakan rasa yang bisa tumbuh kapan saja, dan di mana saja, tak bisa mengelak, dan tentu saja—rasa ini pun bisa hilang, sirna.

Rasa nyaman, mirip-mirip dengan rasa sayang/cinta, sebagian orang menggabungkan butir 1 (satu) dan 2 (dua) di atas menjadi satu pake, ya ... boleh saja, tidak masalah!

 

Agak riskan adalah butir 3 (tiga) dan 4 (empat), yang kadang pada suatu hubungan bisa memecah keharmonisan, karena erat kaitannya dengan perkara ekonomi. Bingung? Oke, misalnya seorang wanita pasti bangga punya pasangan yang memiliki mobil mewah, benar? Dan tentu saja tiap perempuan akan merasa aman jika pasangannya berasal dari kalangan “dompet tebal”, benar?

 

Suka atau tidak, analogi di atas terjadi pada beberapa rekan seperjuangan saya, bisa mirip kejadiannya dengan yang lain, bisa juga tidak.

 

KASUS 1

Bowo (nama samaran) bertengkar dengan Rina (nama samaran)—pacarnya, karena Rina menyuruh Bowo mengganti sepeda motor bebek-nya dengan tipe sport, agar bisa percaya diri saat menghadiri pesta ulang tahun seorang kawan. Mengapa? Ternyata Rina mengantisipasi pertanyaan seperti: “Kamu datang ke sini pakai apa?” Sebelum ini, hubungan mereka berdua sangat mesra—sampai akhirnya masuk ke tahap seperti yang dijelaskan pada butir 3 (tiga).

 

KASUS 2

Soimah (nama samaran) putus dengan Nasar (nama samaran) karena sang lelaki belum bisa membelikan barang-barang yang diinginkan oleh Soimah, sementara Nasar sedang berjuang untuk hidup. Mereka berdua juga dulunya sangat kompak dan bahagia sampai akhirnya Soimah berpikir ulang jika nanti harus hidup berdua bersama Nasar. Padahal belum tentu si pacar akan selalu dalam kondisi “dompet tipis”, nasib siapa tahu?

 

KASUS 3

Dirga (nama samaran) bukan lelaki yang tampan, namun ia seorang pekerja keras dan rajin. Suatu hari bertemu dengan kekasih hati, kemudian menjalin hubungan yang bertahan selama 3 (tiga) bulan. Bulan berikutnya, ada keanehan pada diri Inul (nama samaran)—pacar Dirga, ia tak pernah mau memperkenalkan Dirga kepada kawan-kawannya. Lalu Dirga mendapatkan info dari seorang informan tepercaya, bahwa sebenarnya Inul malu dengan keadaan fisik lelaki yang sekarang bekerja sebagai supervisor logistik di sebuah perusahaan sawit di Kalimantan Barat itu. Mereka pun putus. Seperti 2 (dua) kasus sebelumnya, lagi-lagi rasa bangga mengeruhkan segalanya. Damn it!!

 

Tiga kasus di atas adalah sebagian kecil dari beberapa kasus yang dialami oleh rekan-rekan saya, kehidupan cinta memang keras, saya pun mengalaminya.

 

TIPS UNTUK PARA ‘PEJUANG CINTA” (KHUSUS LAKI-LAKI)

 

  1. Sisir rambut anda. Mengapa? Jika tidak terlalu tampan, maka lelaki tipe ini wajib rapi! Kalau ada yang bilang: “Ah ... ini bukan gayaku! Ini bukan aku!” Silakan saja, coba lihat apa tanggapan perempuan nanti.
  2. Bekerja dengan setulus hati dan rajin. Apa pun pekerjaannya, berusahalah, kita semua yang bukan ateis tahu, Tuhan tak pernah tidur. Ada tipe perempuan yang memang suka dengan kegigihan dan kerja keras dari seorang laki-laki.
  3. Rajin menabung dan tidak sombong. Kita-kita ini yang tidak lahir dari orang tua yang punya pabrik uang—wajib menabung, agar kelak tidak pusing menyiapkan keperluan untuk menikah, dan kebutuhan lain di masa mendatang. Lalu fungsi “tidak sombong” apaan Bro? Ya ... itu kalau saya dan anda tidak ganteng pun tidak kaya, bagaimana mau sombong Bro? Hahahahah!
  4. Cuci kendaraan anda! Seperti dijelaskan di atas, benda satu ini suatu faktor “X” yang tak bisa diremehkan begitu saja. Barang bangsat ini kadang menjadi biang keributan dalam suatu hubungan. Meski sederhana, usahakan kendaraan tetap dalam kondisi bersih—agar sedap dipandang. Bagaimana seandainya tak punya kendaraan Bro? Jangan dipaksa, tetap menabung, dan prioritaskan orang tua anda, karena cinta mereka lebih murni dan sejati!

 

Seorang laki-laki  tak akan menyerah dalam keadaan apa pun, jika lelah—berhenti sejenak, kemudian lanjut lagi. Setuju? Keep moving brothers!

---

Pontianak, 09 Mei 2016

Dicky Armando

Sumber foto: 1fotonin.com 

  • view 94