Rintik

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Puisi
dipublikasikan 01 Mei 2016
Rintik

Azan subuh terperangkap di antara tetes hujan,

merambat ... kadang jauh kadang dekat.

Simbol kemenangan ketika langit masih pekat.

 

Malaikat dan setan beradu di kelopak mata,

menunggu sang khalifah

memilih jalannya.

 

Apakah sujud?

Apakah tengkurap dan tetap berliur

membasahi bantal?

Tunggu saja saat mentari bersaksi.

***

Pontianak, 01 Mei 2016

Dicky Armando

Sumber foto: www.pixelstalk.net