Sistem Keamanan Lingkungan

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 April 2016
Sistem Keamanan Lingkungan

Tadi sore ibu-ibu di komplek rumah saya ribut, karena seroang tetangga mengalami tindakan pencurian laptop. Namanya Pak Karni (nama samaran)—ia membuka sebuah loket pembayaran terpadu (listrik, telepon, dll.). Dua orang anak muda terlihat berlari membawa 2 (dua) buah laptop dan gagal ditangkap oleh warga. Saya baru menyadari beberapa tahun belakangan komplek kami yang damai ini sudah “dimasuki” para penjahat.

Teringat masa lampau, ketika sistem keamanan lingkungan (SISKAMLING) masih digalakkan oleh warga. Saya pun pernah tengah malam ikut berpartisipasi, rasanya senang sekali. Ada nilai-nilai sosial dari sistem tersebut, yaitu silaturahim antar tetangga yang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, mereka “dipersatukan” kembali dengan jadwal dari ketua rukun tetangga untuk menjadi petugas ronda malam.

Nyatanya sekarang ini penjahat berkeliaran tak hanya malam, tapi setiap waktu. Mengingat SISKAMLING sudah sulit diterapkan warga, maka saya terpikir sebuah solusi agar lingkungan tetap aman, misalnya:

  • Pemerintah menyediakan tenaga kerja kontrak untuk menjaga keamanan lingkungan. Mengapa saya sebut pemerintah? Karena pada prakteknya ada saja warga yang pelit untuk menyisihkan uangnya demi keamanan diri sendiri, dan mungkin juga ada yang benar-benar tidak mampu, kalau yang ke-dua ini memang tak bisa dipaksa, dan dipersilakan untuk menyumbang tenaga semampunya. Intinya semua warga tetap berkontribusi.
  • Menempatkan pos-pos penjagaan pada lokasi-lokasi strategis (rawan) dengan radius tertentu antar pos.
  • Pada wilayah rawan begal, hendaknya pemerintah membuat penjagaan yang dikawal oleh jajarannya, maksudnya di sini adalah pihak yang berwenang (bukan tenaga kontrak).
  • Penjagaan tenaga kerja kontrak dilakukan 24 (dua puluh empat) jam penuh dengan jam kerja pergantian personil yang sesuai.

Manfaat sistem ini menurut saya adalah:

  • Keamanan lingkungan
  • Akses pelaporan masyarakat lebih dekat (jika kantor pihak berwenang jauh dari pemukiman).
  • Mengurangi pengangguran
  • Masyakarakat bertambah rasa percaya terhadap pemerintah.

Tentunya opini saya tentang hal di atas masih punya banyak celah. Tapi setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua.


Pontianak, 19 April 2016

(Dicky Armando)

 

Sumber foto: www.harapanrakyat.com