Siapakah Wanita Tercantik?

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Lainnya
dipublikasikan 16 April 2016
Siapakah Wanita Tercantik?

Saya pernah mengemukakan kepada beberapa teman (semuanya perempuan) bahwa wanita cantik itu adalah yang tanpa dandanan tebal dan alis seperti jembatan London (London Bridge).

Kebanyakan meng-counter pendapat tersebut dengan mengatakan, “Ah ... itu sih kamu tidak mau keluar uang untuk membelikan pasangan keperluan make up!”

Oke ... mungkin kata-kata saya menyinggung mereka. Tapi bukan itu letak masalahnya. Bukankah sesuatu yang alami lebih baik daripada tercampur kimia? Sederhana bukan? Pernah dengar jika ingin melihat perempuan cantik, lihatlah ketika ia bangun tidur! Pendapat itu tidak sepenuhnya salah, tapi apa mungkin kita (laki-laki) menerobos masuk ke kamarnya saat ia bangun tidur? Resikonya anda akan masuk ke dalam bui.

Pengertian cantik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

  • Elok, molek (wajah perempuan)
  • Indah dalam bentuk dan buatannya

Tentunya definisi di atas tidak sama dengan pemahaman kebanyakan perempuan. Maksudnya tidak cukup hanya “elok” dan “molek”.

Saya selalu mengagumi wanita tanpa make up, mengapa? Karena mereka begitu anggun dan bisa membuat pria mana pun tertarik tanpa harus memakai lipstik setebal 2 (dua) sentimeter di bibirnya. Tanpa dandanan di sini artinya bukanlah wanita yang acak-acakan, tapi tetap seseorang dengan kerapian dan sikap memesona.

Tidak munafik—fisik cantik adalah dambaan semua lelaki. Tapi harus sampai mana perempuan memperbaiki fisiknya padahal ia sebenarnya sudah begitu indah?

Melliana (dalam Wiasti, 2010) menjelaskan perempuan selalu menderita ketika ingin menjadi sosok yang cantik, karena semakin kuat posisi ideal perempuan, sebenarnya semakin berat upaya yang dilakukan untuk membangun kecantikan.

Saya rasa bukan penderitaan yang perempuan cari dalam dunia kecantikan. Sebut saja operasi plastik atau perawatan mahal di salon. Selain menyakiti tubuh, tentu saja “menyakiti” isi dompet. Kalau dompet kosong, semoga tidak sampai jual diri.

Mari kita buat logika sederhana, ini adalah logika saya pribadi, seandainya ada yang tidak setuju—mohon maaf sebesar-besarnya. Logikanya adalah oknum perempuan nakal yang berada di salon, spa, dan karaoke punya dandanan lebih tebal daripada perempuan baik-baik, ibu rumah tangga yang bertanggung jawab, dan wanita karir terhormat. Meskipun tanpa make up bukan jaminan mereka merupakan individu dengan sikap terbaik.


Pontianak, 16 April 2016

(Dicky Armando)

 

Sumber bacaan:

Sumber foto: