Delima

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Puisi
dipublikasikan 11 April 2016
Delima

Kau merah seperti darah

yang membeku

di jari manisku.

 

Bak primadona

bertahta di warung kopi.

 

Setiap mata

melirik bertanya.

Dan aku katakan, "Tak akan dijual!"

 

Lalu mereka memaksa. 

"Semahal apa?"

 

"Seharga tekad baja dan air mata!" jawabku.


Pontianak, 8 April 2016

(Dicky Armando)

 

Sumber foto: www.indiatvnews.com 

 

  • view 83