Kota Kuno: Lo Manthang

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 April 2016
Kota Kuno: Lo Manthang

Pada tanggal 2 April 2016, tengah malam--saya menonton sebuah acara di National Geographic Channel--Primal Survivor namanya. Mereka merekam jejak perjalanan pemeran utamanya saat mengembalakan kawanan yak dari pemukiman suku Loba menuju ke sebuah kota kuno di dataran tinggi tibet: Lo Manthang. Pernah menonton acara serupa di channel televisi Indonesia? Tapi saya menjamin bahwa apa yang saya lihat ini jauh lebih ekstrim daripada acara tersebut!

?

Untuk yang belum tahu, yak adalah mamalia seperti sapi atau kerbau, tetapi memiliki banyak bulu sebagai bentuk adaptasi terhadap suhu dingin. Katanya harga 1 (satu) ekor yak sekitar seribu dolar Amerika. Suku Loba sendiri adalah masyarakat yang sudah mendiami dataran tinggi Tibet sejak lama (telah melewati beberapa generasi)--sehingga mereka mempunyai kemampuan khusus dalam hal beradaptasi dengan lingkungan ekstrim, misalnya--seluruh individu di suku Loba memiliki paru-paru lebih besar daripada manusia kebanyakan, kemudian cara bernafas yang lebih cepat--hal ini memungkinkan mereka bertahan dan mengikat oksigen lebih lama ketika berada di datarang tinggi.

?

Acara Primal Survivor cukup menarik, mencontohkan beberapa teknik bertahan hidup--dalam hal ini digunakan pada situasi sejuk dan ber-angin kencang. Persiapan yang cukup dan perbekalan mumpuni adalah kunci bertahan di tempat ini (dataran tinggi Tibet). Satu contoh, untuk menghindari kebutaan akibat pantulan cahaya salju--maka digunakan sebuah "kacamata" dari bulu yak--yaitu dengan memotong sedikit bulu hewan tersebut dan melilitkannya ke mata sebagai penghalang sinar berlebih.

?

Cuaca di dataran tinggi Tibet sangat ekstrim, bisa berubah kapan saja. Pada kasus ini penyintas diharuskan memiliki pengetahuan mengenai cara membuat api secara tradisional sampai pembuatan pakan yak saat tidak bisa merumput karena daratan tertutup salju.

?

Saya rasa acara ini bisa memberikan banyak pengetahuan bagi para pecinta alam maupun masyarakat awam, agar menambah inspirasi dan juga mencintai alam. Betapa banyak kesia-siaan yang dilakukan oleh manusia! Belajar bisa dari mana saja, satu di antaranya adalah dengan menonton acara Primal Survivor di National Geographic Channel.


Pontianak, 5 April 2016

(Dicky Armando)

?

Sumber foto: http://walkwithyeti.com?

?

  • view 123