Apresiasi Puisi: Pulang, Karya Ahmad Solihin

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Lainnya
dipublikasikan 31 Maret 2016
Apresiasi Puisi: Pulang, Karya Ahmad Solihin

Membaca puisi karya Ahmad Solihin: Pulang?mengingatkan saya tentang hidup yang sementara ini. Jujur ... ada rasa takut, resah, pokoknya campur-campur di dalam hati. Puisi ini termasuk sulit ditebak per bait, namun saya yakin?semua pembaca pasti mengerti jika telah membaca keseluruhannya.

Pada bait 1:

Menjulang rona cahaya mentari

Aku masih bersikukuh tanpa pasti

Memikul beban-beban yang akan dipertanyaan oleh Illahi

Seakan tak bosan bahkan terbodohi

Oleh bias

Oleh kias

Tampakan kepalsuan dunia tak berarti

?

Sepertinya pada bait ini?kalau boleh saya tebak, mungkin sesosok jenazah yang gundah gulana menunggu masuk ke dalam pusara. Khawatir tentang kejadian nanti setelahnya, apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari malaikat? Atau hanya diam membisu?

Saya sedikit penasaran dengan kalimat: ?Memikul beban-beban yang akan dipertanyaan oleh Illahi?, lebih tepatnya pada kata ?dipertanyaan?. Mengapa? Apakah itu merupakan typo?

Pada bait 2:

Keindahan dunia yang terlah menyeret tanpa makna

Terus saja dibina

Terus saja dirasa

Terusa saja dikejar tanpa merasa bahwa semua hanya melajur dosa semata

Untuk siapa hakikat semua??

?

Di bait ini?penulis mencoba mengungkapkan penyesalan si jenazah, karena telah terlena oleh bujuk rayu dunia fana, tanpa sadar menyeretnya ke dalam dosa?dan tak mengerti untuk apa ia hidup sebenarnya.

Pada bait 3, 4, dan 5:

Sudah berbilang bahwa kini aku harus pulang

Bisa menjalin rentetan hidup dalam tenang

Sudah banyak dosa menjulang

Kapan bisa terkikis menjadi kosong lenggang

?

Aku tidak bisa lagi

Berkompromi dengan sibuknya dunia tak berarti

Tak pasti didapati

Hanya kosong dalam bualan mimpi-mimpi

?

Kini aku harus kembai

Keharibaan Illahi

?

Tiga bait terakhir menjelaskan tentang kesia-siaan mengejar dunia, dan ketika meninggal?setidaknya bisa menjauhkan dari dosa yang lebih besar. Telah habis masa baginya untuk lebih lama di dunia, kini ia harus kembali pada Tuhan YME.

Puisi Ahmad Solihin merupakan reminder bagi kita semua agar mempersiapkan diri untuk sebuah ?dunia baru? setelah kematian ... tentunya tidak berlaku bagi anda yang ateis. Good job Bro!


Pontianak, 31 Maret 2016

(Dicky Armando)?

?

Sumber bacaan:

Sumber foto:

?

  • view 164

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    boleh numpang komen Pak?
    *halah, numpang mulu

    saling mengapresiasi karya seperti ini merupakan salah satu bentuk "silaturahmi" antar inspirator yang...

    yang keren, deh (keren idenya)


    • Lihat 7 Respon