Apresiasi Puisi: Kereta Senja, Karya S. Lainin Nafis

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Lainnya
dipublikasikan 30 Maret 2016
Apresiasi Puisi: Kereta Senja, Karya S. Lainin Nafis

Puisi berjudul ?Kereta Senja? karya S. Lainin Nafis yang diterbitkan di Inspirasi.co ini memiliki ?kekuatan spesial?, saya mengatakannya demikian karena ketika dibaca?langsung terbayang di kepala?latar belakang stasiun (tanpa terpengaruh oleh foto yang tersedia).

Apakah ?stasiun? di puisi tersebut hanyalah metafora belaka, atau memang keadaan sebenarnya.

Saya merasakan sebuah penantian dan pencarian dalam tulisan S. Lainin Nafis, nuansa melankolis yang sangat kental.

?

terhitung suatu senja
ketika tawamu sudah pupus

?

kembali engkau ingatkan aku
kereta telah sampai!
bukankah masih ada perjalanan yang harus ditempuh?
'ya' jawabku


pada senja itu
kakimu melangkah
meninggalkan sisa-sisa terang
pada stasiun-stasiun pernafasan


kakiku melangkah
menjejak bayanganmu


entah kau sadari atau tidak
semenjak senja itu...
kakiku melangkah

?

Perpisahan pada senja hari, mungkin bisa disebut seperti itu. Tapi pada bait ke-2, saya agak bingung, siapa yang pergi sebenarnya? Mungkin penulisnya mencoba menyembunyikan atau menyamarkan sesuatu?seperti yang biasa dilakukan pada puisi, agar pembaca menebak-nebak kelanjutannya. Bisa juga ... otak saya sedang ngawur dan tak bisa menangkap maksud.

Pada bait terakhir sangat terasa kesedihan merambat ... pencarian yang menyakitkan, mencari dan belum kembali. Saya tak sabar menunggu karya dari S. Lainin Nafis berikutnya, can?t wait!!


Pontianak, 30 Maret 2016

(Dicky Armando)

?

Sumber foto: http://inspirasi.co?

?

  • view 352