Apresiasi Puisi: Tentang Dia, Karya Ayin Elfarima

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Lainnya
dipublikasikan 30 Maret 2016
Apresiasi Puisi: Tentang Dia, Karya Ayin Elfarima

Puisi dari Ayin Elfarima yang diterbitkan di Inspirasi.co mengingatkan pada zaman ketika saya masih sekolah dan kuliah. Tentang ?galau? lebih tepatnya. Tapi di sini Ayin sepertinya masih malu-malu mengungkapkan perasaan, mencoba menyampaikan dengan elegan dan ... puitis tentunya. Meski begitu saya masih merasakan luapan emosi yang mungkin si penulis sembunyikan pada tiap hurufnya.

?

Dia selalu menyukai malam. Tapi saat ini tak pernah ingin siang berganti.

Dia senang menyendiri. Tapi saat ini selalu mengharapkan keramaian.

Dia yang tak pernah ingin pergi meski berat untuk bertahan.

Dia yang tak pernah bosan menunggu kedamaian.

Dia yang setia memeluk harapan walau tak sejalan dengan kenyataan.

Dia yang selalu tersenyum tak peduli sedalam apa kecewa yang ia rasa.

?

Saya mencoba membedahnya sedikit, semoga saja tidak keliru.

?

?Dia selalu menyukai malam. Tapi saat ini tak pernah ingin siang berganti.?

?

Seperti ada rasa takut ketika malam hadir, bisa jadi si ?dia? takut akan kesendirian, karena saat ini tiada yang menemani. Bukan seorang teman, tapi mungkin kekasih hati.

?

?Dia senang menyendiri. Tapi saat ini selalu mengharapkan keramaian.?

?

?Dia? di dalam puisi ini sepertinya segera ingin hatinya penuh warna, aroma ?galau? sudah mulai terdeteksi. Ini mirip seperti lirik lagu Dewa 19?berjudul: Kosong. ?Di dalam keramaian aku masih merasa sepi, sendiri memikirkan kamu, kau genggam hatiku, dan kau tuliskan namamu.? Beda kalimat?tapi masih dengan makna yang sama.

?

Baris ke-3 dan 4 masih sama seperti baris ke-2 di atas, begitu pemikiran saya. Pada 2 baris terakhir tampak bahwa si ?dia? kehilangan sesuatu, tebakan saya tetap seperti penjelasan awal, mungkin tentang kekasih hati.

?

?Dia yang selalu tersenyum tak peduli sedalam apa kecewa yang ia rasa.?

?

Kalimat ini membuat ?kecurigaan? saya semakin kuat bahwa ?dia? sedang ?galau?. Kira-kira kisah apa yang membuat manusia begitu kecewa? Kita ingat kembali pernyataan dari Panglima Tian Feng alias Cu Pat Kay: ?Sejak dulu beginilah cinta, penderitaannya tiada akhir.?

Akhir kata, sukses terus buat Ayin Elfarima. Anda berhasil membuat saya kembali ke masa lampau.


Pontianak, 30 Maret 2016

(Dicky Armado)

?

Sumber foto: http://inspirasi.co?

?

Dilihat 513