Airnya Mana?

Dicky Armando
Karya Dicky Armando Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 24 Maret 2016
Airnya Mana?

Saya bergegas menuju kelas dengan pakaian yang basah terkena siraman hujan. Sepatu pun jauh dari kata "kering". Padahal sudah susah payah menggunakan mantel anti hujan, tapi kali ini sepertinya badai datang mengunjungi.

?

"Dosen galak itu pasti marah jika seperti ini," pikir saya.

?

Sampai di depan kelas--saya melihat sudah ada beberapa mahasiswa, sementara sang dosen sedang membaca buku. Ia menyadari kehadiran saya.

?

"Hei masuklah!"

?

"Basah begini tak apa Bu?"

?

"Lepas saja sepatu-mu. Tak masalah." Ibu dosen kembali membaca bukunya. Ini tanggapan yang mengejutkan, ternyata kekhawatiran saya berlebihan.

?

Tiga puluh menit berlalu, datanglah segerombolan anak orang kaya masuk ke dalam kelas.

?

"Eh! Main masuk saja! Kalian dari mana? Sudah terlambat sekali!" bentak ibu dosen.

?

Tomi--mahasiswa terkaya di antara mereka maju menghadapi. "Hujan deras sekali di tempat kami Bu ...."

?

"Benar Bu ... anginnya juga kencang, kami harus berhati-hati," sambung Linda--mahasiswa terkaya nomor dua (sepertinya).

?

Ibu dosen memperhatikan tujuh orang mahasiswa anak orang kaya tersebut. "Oooh begitu, mana air-nya?"


Pontianak, 24 Maret 2016

(Dicky Armando)

?

Sumber foto: http://www.hdwallpaperia.com?

  • view 84