Agama dan Toleransi

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Agama
dipublikasikan 06 Maret 2016
Agama dan Toleransi

Kelak, kau akan pahami bahwa dunia ini lebih rumit dari sekedar integral, limit dan turunan. Lebih kompleks dari teori-teori yang dikemukakan Socrates, Lanmarck, Newton bahkan Karl Marx. Dan bahkan, dunia ini diciptakan dengan sekat. Ada jarak yang luas antara Islam dan Kristen ada tembok tinggi antara miskin dan kaya ada jurang dalam antara pintar dan bodoh. Sayangnya, dunia tak berbaik hati membiarkanmu berada diantara keduanya.

?

Jika kau membela agama lain selain agamamu, meski alasannya simpel bahwa agama adalah urusan antara Tuhan dan individu. Bahwa toleransi adalah anjuran seluruh kitab suci. Maka, tak pernah ada sekat yang harusnya membatasi kesempatan seseorang berdekatan dengan Tuhannya. Kau akan dituduh liberal, dianggap ateis disebut agnostik, dicap teroris, dihina katolik, dijuluki hindu, dipanggil budha.

?

Siapapun, atas nama demokrasi merasa berhak meributkan agama orang lain. Memaki Tuhan orang lain. Maksudnya, bagaimanapun ketika sesuatu yang spesial dalam hidupmu dimaki, bukankah kau akan marah. Tapi, beberapa lupa bahwa Tuhan adalah bagian sakral. Jadi, kenapa tak kita luruskan saja akidah masing-masing. Lebih banyak menyebut Tuhan kita dan melakukan kebaikan dibanding mencari celah dan menghewankan Tuhan oranglain. Ini kepercayaan dan adalah hak setiap orang mempercayai siapa Tuhannya.

  • view 226