Pembenaran atau Kebenaran

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Januari 2016
Pembenaran atau Kebenaran

Nak, dunia kian kejam. Kemarin saya lihat, seorang polisi menegur keras lelaki tua dalam kendaraannya. Si lelaki tua menjelaskan, tak terima. Bukankah reaksi kamu begitu sayang,ketika kamu dituduh bersalah sementara kamu tak?

?

Nak, kemudian orang-orang turut serta mengambil bagian. Beberapa setuju atas perlakuan si polisi, sebagian besar meradang. Begitulah nak, manusia dibesarkan dengan berbagai sudut pandang sayang. Siapa yang salah? Ah entahlah, kebenaran mutlak cuma punya Tuhan.

?

Nak, yang harus kamu sadari dan pahami adalah bahwa tak perduli siapa relasimu, apakah si polisi itu bapakmu atau pak tua itu kakekmu ketika ia salah maka katakan salah sayang. Sungguh, jangan buat dunia kian bias hanya dengan 'kedekatan' sesaat.

?

Nak, tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang guru selain tahu bahwa pelajaran yang ia ajarkan hanya sampai dijawaban ujian. Kertas-kertas berisi 90 itu kosong saja sayang, tapi sikapmu setelahnya adalah mutiara dari tempaan belajar.

?

Tak apa nak, bahkan kalau seluruh dunia menyoraki kekeras kepalaanmu. Terkadang keras kepala itu perlu. Tak perlu gentar, karena dimanpun letaknya benar adalah benar. Bahkan, kalau orang-orang sedikit saja mau jujur maka tak ada kesalahan yang dibenar-benarkan.

?

Tentang rambu lalu lintas kemarin. Tak apa sayang, dunia memang sudah kadung begitu. Barangkali status sosial yang jadi penentunya. Tapi, ingatlah semua yang berlaku disini tidak sekekal energi maka sekali saja kamu menuduh orang lain salah padahal ia benar. Sungguh, headline itu akan hilang pun pembelaan tapi hitungan Tuhan adalah mutlak.?

?

Nak, kita masih punya polisi-polisi pemberani dan baik hati. Percayalah. Polisi yang akan mengingatkan dengan hati bekerja tulus karena hei slogan mereka adalah 'pelayan masyarakat'. Setidaknya kita bisa menyaksikan mereka di stasiun televisi kalau kenyataan terlalu pahit.

?

Selalu percaya sayang bahwa hidup ini bukan soal pundi-pundi rupiah atau gelar lebih dari segalanya adalah pemahaman hidup yang baik. Jauh di atas semuanya, nak jangan jadi seseorang yang nilai agamanya 100 dalam teori dan rapot tapi jadilah yang kemanapun kamu pergi, setiap orang tahu bahwa nilai agamamu 100.

  • view 144