Persahabatan Adalah Jua Pembelajaran

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Februari 2016
Persahabatan Adalah Jua Pembelajaran

Tidak pernah ada yang mudah dalam sebuah hubungan. Mengertilah, hubungan yang selama ini berjalan lama, bukan tanpa krikil. Tetapi, krikil yang bertebaran tak mampu mengusir berbagai kebaikan. Melenyapkan seluruh pengorbanan dan peluh. Kalau, menurutmu sebuah hubungan didapatkan tanpa perjuangan silahkan lanjutkan tidurmu.

?

Bahkan, dalam lingkup yang sederhana. Kamu harus paham, bagaimana mekanisme sosial bekerja. Iya, kamu tidak perlu mengubah siapa dirimu, yang kamu perlu adalah memahami bagaimana orang lain ingin diperlakukan sama seperti dirimu ingin diperlakukan.

?

Hemat saya begini, apa rasanya dicubit? Sakit bukan? Maka, jangan coba-coba mencubit orang lain kalau kamu tak mau dicubit. Hei, tapi kalau dunia sekaku itu maka kamu nggak akan pernah menemukan siapapun untuk melengkapi hidupmu. Kamu akan terkubur sendirian bersama ego, keangkuhan dan tentu saja seluruh amarahmu. Hidup bekerja dengan cara yang lebih rumit. Bagaimana kamu memaafkan cubitan orang terdekatmu, sambil terus membalasnya dengan senyum tulus. Berat dan sulit memang tapi bukan tidak mungkin kan?

?

Seharusnya hubungan berlangsung dari dua arah. Keduanya saling mengerti, saling memaafkan, saling memberi dan menerima. Bukan melulu tentang ingin dimengerti bagaimana kamu, siapa kamu dan seperti apa yang kamu mau. Karena, tentu saja hingga kiamat kubra tidak pernah ada orang yang dengan amat sempurna menemanimu.

?

Kamu punya hati, kalau luka hatimu berdarah pun orang lain. Kamu nggak bisa selalu menempatkan dirimu dalam sudut yang benar dan dalam jalan yang pasti sesuai sementara orang lain sebaliknya berada di posisi salah dan harus selalu diluruskan. Kamu nggak bisa menutup telingamu, selalu. Karena, kadang kamu harus mendengar bagaimana orang lain berpikir tentang dirimu. Mentafakuri jangan-jangan benar, saya terlalu seperti ini atau seperti itu. Itu tak sama dengan menurunkan standar atau menjadi orang kebanyakan, itu pure untuk tahu bahwa bisa jadi ketika orang lain menjauhimu kamu yang salah bukan orang lain.

?

Terakhir, terimakasih untuk semua sahabat-sahabat saya yang selalu setia menemani, memberi ampun untuk kesalahan-kesalahan yang bisa jadi tidak saya sadari. Terimakasih untuk pundak yang kokoh dan telinga yang selalu siap mendengar tangis saya. Ah, apalah saya ini hanya sebongkah daging dan ego tapi kalian selalu membuka keran-keran kebaikan dan seluas-luas pengertian. Bersama kalian saya belajar menahan marah dan mempertahankan orang-orang yang jauh lebih penting dari sekedar ego saya. Bersama kalian saya belajar mengerti bagaimana memperlakukan dan diperlakukan.

?

Satu dua kali kalian membenci saya, satu dua kali saya membenci kalian. Tapi, pada akhirnya rasa muak terhadap segala celoteh nyeleneh dan tingkah menyebalkan kalah besar dengan seluruh kebaikan dan memori kebersamaan. Saya nggak tahu di depan kita akan menghadapi apa. Tapi, apapun yang kita hadapi tolong jangan biarkan ego merampas seluruh momen yang pernah kita lalui. Kalian punya hati kalau disakiti berdarah pun sama dengan saya. Darah saya masih merah semerah darah kalian. Jadi, tolong jangan nodai dengan saling melukai.

  • view 115