What a dam dam life

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Juli 2016
What a dam dam life

Skripsi bukan sesuatu yang mudah kalo lo nggak sanggup lo nggak usah kuliah. Omongkosong sialan yang fu*k banget. Gimana mungkin skripsi jadi satu-satunya ujian paling berat dan penentu boleh kuliah atau tidak. Terus makna pembelajarannya cuma disitu doang? Kenapa nggak sekalian aja dibuat peraturan keren dan mutakhir 4 tahun pelajarin dan telen semua teori tentang skripsi. Skip materi lain, kalau penentunya cuma itu.

Gue nggak pernah ngerti tujuan orang nyusahin orang atau orang ngerjain skripsi. Basi sih kalo gue bilang skripsi nggak ulang tahun. Tapi, sumpeh ane jujur kualitas dan ketahanan mental diuji nggak perlu segitunya bangetlah. Uji nyali cukup di acara live yang bisa angkat bendera putih tanda menyerah.

Oke skripsi punya andil besar dalam membenahi pola penulisan dan segala sesuatu menyangkut itu, tapi demi Arya Wiguna yang tenggelam di Kapal Van Java itu bisa dimasukkin dalam tugas matakuliah apalah. 

Gue nggak heran kalo banyak yang modar karena capek disiksa skripsi (include dosen yang susah ditemui, revisi nggak kunjung kelar, penelitian mandek, biaya ora ono, pertanyaan kapan wisuda) itu sebabnya banyak yang akhirnya milih make ijazah palsu dibanding mati konyol. Ini institusi pendidikan atau akademi stres paksa sih?

Kalo lo bilang 'lonya aja yang letoy' yok mari rasakan sensasi menanti yang tak pasti. Kepastiannya cuma DO dan lo tau, setelah semua sks dan tugas seabrek ditambah duit yang nggak dikit terus di DO itu rasanya kaya digebukin orang sekampung padahal lo nggak maling.

Gue percaya banget kalo sistem skripsi juga harus diperbaharui. Gue nggak butuh ujian mental ditempat yang seharusnya menempa gue bagaimana memanusiakan manusia. Gue sudah lelah balik kanan grak dan memberi hormat kiri kanan, ijin kesana kemari tapi seolah nggak kemana-mana alias jalan di tempat.

  • view 240