Takut

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Mei 2016
Takut

Pernahkah lo merasa begitu takut? Semacam pobia terhadap satu hal yang tak pasti. Tak perduli seberapa banyak petuah bijak menyuruh lo menjalani hari ini sebaik mungkin sebab besok lo bahkan belum tentu menatap matahari.

Tapi, rasa takut bukan sesuatu yang bisa dicegah hanya dengan mantra ala Rancho atau kalimat Sakura di Cardcaptor. Sebab, rasa takut seringkali datang tanpa pemberitahuan dan sulit sekali mengusirnya pergi.

Gue nggak pernah takut kesepian karena gue selalu berpikir bahwa pada akhirnya gue sendirian. Sebanyak apapun orang di sekitar gue saat ini, mereka tak akan masuk dalam liang kubur yang sama bukan?

Apa Romeo juga takut saat dia memutuskan mati untuk Juliet? Takut bahwa Juliet ternyata menipunya misalnya dengan meminum penangkal racun terlebih dahulu? Apa Rosalin pernah takut saat dia menolak Romeo sebab esok bisa jadi Romeo dengan mudah mengganti rasa sukanya untuk Juliet?

Gue tahu pada akhirnya hidup memang diciptakan dengan penuh kejutan. Meski lo nggak ulang tahun, hidup selalu saja ngerjain lo. Sayangnya, seberapa sering lo harus jatuh duduk dan semuanya seperti menukik lo tetap manusia. Bahkan Ayub memang tak mempertanyakan keadilan Tuhan sebab Ayub tahu bahwa Tuhan selalu benar apapun dan bagaimanapun petisi yang Ayub buat. Tuhan pemilik segalanya, tapi bahkan Ayub yang super sabar menghukum istrinya karena sempat pergi meninggalkannya.

Lantas di posisi berapa iman gue? Gue nggak tahu, tapi gue sedang takut. Bahwa kapanpun, gue barangkali seperti Adam yang memakan khuldi meski tahu akibatnya. Gue tahu Allah menguji dengan kelaparan, kekurangan harta benda, keluarga atau apapun untuk mengetes di posisi mana Allah berada sebab katanya cinta butuh pembuktian bukan sekedar kalimat basi.

Tapi, manusia diciptakan sepaket bersama sisi gelapnya. Arah mana yang akan gue pilih kelak, gue seperti takut bahwa keadaan akhirnya memaksa gue meniadakan iman. Bahwa demi sesuap nasi apa saja bisa orang lakukan bukan? Mungkin lo akan mengutuk maling misalnya, karena gue juga melakukannya tapi bagaimana kalau si maling terpaksa melakukannya karena hei lo tahu betapa sulit mendapat pekerjaan. Ini bukan pembenaran tapi lagi-lagi tak ada bapak yang tega membiarkan keluarganya mati kelaparan. Sementara si bapak juga tahu bahwa Tuhan maha melihat dan ada dua penjaga yang mencatat perbuatan.

Baiklah, sudah pukul 02.50 gue rasanya gelap atau terang lebih dari sekedar niat atau pilihan adalah tengang kepercayaan. Semoga sesulit apapun keadaan lo dan gue tetap berpegang pada Tuhan, sebab Tuhan bilang 'Aku menguji hambaku sesuai dengan kesanggupannya' dan janji Tuhan tak pernah dusta meski menggunakan syarat dan ketentuan.

  • view 98