Sins and Saint

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Mei 2016
Sins and Saint

Saya selalu bertanya mana yang lebih aib, hamil diluar nikah lantas menikah atau memilih tidak menikah dan tetap suci? Apapun namanya, setiap orang bertanggung jawab atas keputusan hidupnya. Orang lain hanya melihat dari kulit terluar kenyataan terdalam hanya diri sendiri bukan yang tahu?

Saya selalu bertanya, mana yang lebih memuak-kan pelacur atau perempuan berjilbab yang tetap bergandengan tangan dengan pacarnya? Apapun sebutannya jelas kita bukan hakim paling adil, bukan pula malaikat paling bersih. Jadi, saya hanya menyimpan semua dalam-dalam.

Saya bukan Tuhan yang berhak menentukan surga. Saya bukan manusia yang tanpa dosa. Jika saya hari ini baik jelas, karena Tuhan menutupi seluruh aib saya. Untuk urusan hidup saya yang sering kali salah dan lebih banyak lupa saja saya masih pusing kenapa saya harus memusingkan pilihan hidup orang lain.

Apapun namanya, setiap orang punya 'mengapa' yang tersamarkan. Apapun namanya, setiap orang tidak pernah lahir untuk memenuhi ekspektasi dan dogma masyarakat. Kalaupun ada ekspektasi yang harus dipenuhi itu hanya menjadi khalifah yang baik bukan menjadi komentator yang baik. Hidup bukan pertandingan sepak bola, betulkan? Meski memiliki waktu bermain terbatas tapi hidup jauh diatas diving, menangis menang, tertawa kalah atau apapun namanya mengapa kita tidak mencoba menyembuhkan luka? Bukankah cara terbaik membuat seseorang ikut jejak kita adalah dengan kerendahan dan kesopanan seperti yang diajarkan Rasul?

Seperti cara terbaik balas dendam adalah mengatur strategi maka cara terbaik membuat seseorang berpindah jalan dari keliru menjadi benar bukan dengan melabel seseorang, tapi dengan menuntunnya. Seperti Rancho menuntun Virus, kita hanya perlu menuntun bukan menunjuk.

Apapun namanya, setiap orang punya alasan dibalik setiap "iyanya" dan setiap orang punya hak untuk setiap "tidaknya".

  • view 103