God is Good

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Mei 2016
God is Good

Aku rasa ada lelah dan resah yang menggantung selepas jeda yang panjang antara kita dan kata. Kau tahu, bagian paling baik dari deretan buku yang berjajar rapih adalah kenyataan bahwa tak semua yang menarik masuk dalam list top ten dan di pajang di rak depan toko buku. Seperti halnya kita, bahwa sering kali bagian menarik tak pernah terbuka, seperti sebuah tabir. Barangkali kita tengah menerka bagian mana yang dapat membuka kuncinya. Bahwa, meski tak ada di garda depan para pesohor negeri, bukan bagian dari penulis papan atas, atau kaum jet set dengan keberlimpahan tapi kita bukan sekedar buih yang datang lalu pergi kita adalah pengemban tugas paling sederhana. Jika tak bisa jadi matahari, tak bisa disukai semua orang maka pasti Tuhan beri alasan mengapa kita harus tetap bernapas. Sesuatu yang jarang kita sukuri dan sering kita rutuki.

Aku tak tahu betapa jarak benar dan salah kini setipis benang atau seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Sejak dinihari media ramai membully. Kisah mahasiswa yang membunuh dosen sendiri. Apakah kau juga menyaksikannya? Bahwa sering dalam hidup, dunia mencerabut akal sehatmu. Sayangnya, ada yang siap bertoleransi tentang kesalahan dan memakluminya hingga kamu kemudian lupa untuk belajar memperbaiki diri. Ku rasa, ada batas tegas yang tak bisa diterabas atas alasan apapun termasuk membunuh, merampok, memperkosa dan mencuri. Tapi, ah sepertinya batas itu terlihat samar hingga kita barangkali lupa bahwa bagian terpenting selain iman dan taqwa adalah jua harga diri. Sesuatu yang amat penting yang menentukan di kasta mana kita berada. Sayangnya itu tergadai terlalu cepat mengingat kasta ditentukan lewat harta, jabatan dan pangkat. Itu sebabnya Indonesia adalah negara dengan penyandang gelar Haji terbanyak. By the way, apa Rasul menisbahkan dirinya sebagai Haji?

Ya, kadang menjadi mutiara itu menyakitkan. Seperti juga kerang yang lapisan nakreasnya harus dimasukki pasir dan itu pedih. Aku tahu kita bukan kerang, tapi kita tentu saja mutiara bahwa meski diburu mutiara tak pernah mudah didapatkan dan mutiara ada lewat rasa sakit. Bukankah menjadi baik tak selalu berjalan sesuai rencana, kadang iman yang ala kadarnya dan pontang panting kehidupan memaksa kita menunduk sedih bertanya pilu 'apakah Tuhan adil?' sebab kadang keadilan Tuhan mengambil bentuk palinh musykil atau setidaknya kita tak pernah bisa mengamati dengan jeli kecuali dengan sukur dan sabar. Mengutip kalimat Fahd bahwa tak semua orang baik itu beruntung dan tak semua orang beruntung itu baik. Hanya, pastikan bahwa kau punya begitu banyak amunisi untuk masuk ke jajaran buku dengan hikmah terbaik meski tak selalu ada di rak paling depan.

  • view 89