Happy Birthday

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Mei 2016
Happy Birthday

Tujuh tahun berlalu dengan cepat. Kecepatan yang rasanya terlalu menipu. Tentang jarak yang terlalu jauh dan tak akan lagi bisa bersatu, seperti dua makhluk astral dari planet yang tak lagi sama. Apakah kita pernah memandang dalam satu jeda yang panjang?

Bahkan, AADC ada dua sesi hanya untuk membahas beda purnama. Haruskah aku juga melakukannya, semacam ritual untuk menghangatkan suasana yang terlalu dingin diantara kamu dan aku. Atau sebaiknya aku berpura-pura saja, bahwa pada kehidupan sebelumnya kita tak pernah berpapasan. Mengingatnya selalu menyakitkan.

Siapa yang paling sakit? Kurasa Ayah, meski ia tak banyak bercerita. Tak ada air mata di pipinya. Tapi pundaknya bergetar. Lalu seperti anak ayam, kami berlima masuk ke dalam dekapannya. Tak sepenuhnya, hanya sekedar bertukar kekuatan yang masih tersisa.

Mengapa begitu tiba-tiba, aku tahu bahwa ini semacam takdir yang kupelajari di sekolah bahwa kematian tak bisa diubah. Tapi, hatiku tak bisa berdusta bahwa sakitnya masih terasa.

Orang-orang bilang bahwa ayah teramat keren tujuh tahun tetap sendirian tak pernah perduli tentang perempuan lain atau rencana masa depan setelah kepergianmu. Mereka keliru, bukan ayah yang keren tapi kamu yang membuatnya keren.

Aku selalu marah dan bertanya 7 tahun lalu, kenapa kau biarkan rasa sakit menyergapmu tanpa pernah mengaduh pedih? Membiarkan kami seperti tawon bodoh yang berkerumung penuh air mata tepat saat harapan tak lagi berguna. Kami terperangkap dalam rasa bersalah yang terlalu dalam.

Apa kamu merasa begitu jagoan menahannya sendirian? Lalu kenapa kalau kamu ibu? Itu tak berarti kamu harus selalu kuat dan menguatkan kamu selalu boleh menjadi lemah, karena kami menerima segalanya bukan sekedar sisi kuatmu.

Sudahlah tak ada yang berubah. Tapi, masalahnya bisakah aku berdamai pada kenyataan bahwa aku selalu sakit setiap mengenangnya.

Selamat hari ulang tahun bu, tujuh tahun panjang dan berat. Putri kecilmu beranjak tumbuh, sesuai dengan janjiku di telingamu ayah akan selalu ku jaga baik-baik. Selamanya untukmu.


Oh, i'm sorry for blaming you for everything i just couldn't do
and i've hurt myself by hurting you...
Some days i feel broke inside but i won't admit sometimes i just wanna hide 'cause it's you i miss and it's so hard to say goodbye when it comes to this.... (Hurt Chritina)

  • view 59