Pernikahan, Pengkhianatan dan Rasa Takut

Pernikahan, Pengkhianatan dan Rasa Takut

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 April 2016
Pernikahan, Pengkhianatan dan Rasa Takut

Aku ingin berbagi padamu, tentang bagimana caraku memandang dunia. Aku ingin bercerita padamu soal apa saja dari mulai hal-hal menyebalkan hingga bagian paling inti tentang berbagi konsep. Lalu, kita tertawa berdua hingga waktu tak lagi bisa menghabisi kita. Tapi, kita menghabisi waktu. Deras hujan yang mereda atau kicau burung yang jadi penanda akan menyelingi satu dua percakapan kita.

Bolehkah aku yang jadi orang pertama, mengetahui bagaimana hari berjalan di jalan yang kau pilih? Berbagi gundah dan meski aku tahu bahwa kelak kau lebih membutuhkan waktu sendiri ketika perlahan satu demi satu jalan terjal kau tempuh dan tembok tinggi menghadang. Biarlah Alan dan Barbara salah dengan teorinya, kita akan selalu berbagi apa saja. Kau tak perlu ke gua dan menanggungnya sendirian, karena keluarga bukan untuk pajangan.

Saat kau mengambil alih peran Bapakku, mengucap ijab di depan para saksi. Kita akan sepakati bahwa dukamu adalah dukaku. Bukan hanya uangmu yang tentu saja akan masuk kedalam tabunganku.

Maukah kamu tetap mencintaiku? Bahkan saat tanda-tanda penuaan telah bermunculan sementara krim anti kerut tak bisa melakukan apapun kecuali menerima kenyataan bahwa kuasa Tuhan tak bisa dilawan.

Barangkali akan ada satu masa dimana aku amat tidak suka dengan tingkahmu yang terlalu kasar atau kau membenci kecerewetanku. Tapi, bukankah kita akan baik-baik saja, karena biaya pengadilan agama dan urusan administratif yang melelahkan adalah solusi paling akhir mengingat jalan yang kita tempuh jauh lebih mahal dan menelan banyak biaya. Jadi, tak apa satu dua kita bertengakar karena pertikaian adalah bumbu cinta.

Lalu maukah kamu tetap bersama denganku bahkan jika beberapa tahun bersama tak kunjung ada berita soal kedatangan anggota ketiga? Akankah kamu tetap berada di depan gerbang, melindungiku? Atau kau justru berbalik mulai menyusun rencana untuk berdua dengan perempuan lainnya. Perlahan, kau menusukku ikut berteriak tengang mandul dan tak akan sempurna?

Bagian yang paling mengerikan dari sebuah pernikahan adalah kenyataan bahwa tak selamanya segala sesuatu berjalan sesuai rencana. Sehidup semati atau sedunia dan sesurga, tidakkah itu hanya pemanis obrolan masa muda? Lalu, bagaimana aku harus mempercayaimu jika kelak tangan yang dulu begitu erat menggengam, mata yang dulu begitu teduh memandang dan pundak kokoh serta jalan yang dulu pernah sama kemudian berkelok. Dua orang dalam satu kapal yang punya tujuan berbeda? Pernikahan memang tentang negosiasi, tapi aku bukan negosiator handal. Aku takut kalap dan terkapar sementara kamu terus mendayung dan kita tak akan pernah sampai ke dermaga.

Baiklah sudsh cukup terakhir, ini pukul 02.34. Ku pikir, hanya Tuhan yang tahu bagaiman ujung cerita yang masih jadi kejutan. Tapi, sepagi ini aku ingin mengutip kalimat Rick Warren bahwa ada dua kebohongan besar dalam budaya kita. Pertama, jika kamu tidak setuju dengan gaya hidup yang seseorang pilih kamu harus merasa takut atau membencinya. Kedua jika kamu jatuh cinta dengan seseorang itu berarti kamu setuju dengan apapun yang dia percayai dan dia lakukan.  Keduanya omongkosong, kamu nggak perlu berkompromi atas pendirian kamu agar kamu diterima.

Saat ini, aku memegang pemikiran itu erat-erat. Aku pikir bukan Perempuan di titik nol, tea for two, long and lasting love atau parasit lajang yang membuatku menjadi begitu kerdil untuk sekedar memberikan sebagian kepercayaanku pada orang baru yang bukan siapa-siapa. Alasannya sesederhana Rick, aku tak benar-benar membenci pernikahan sebab aku pernah bermimpi untuk menghabiskan waktu bersama seseorang tapi tentu saja bukan berarti aku setuju untuk menambah daftar panjang perempuan yang diam-diam menopang saat prianya di bawah dan diabaikan saat ia tiba di puncak.

Untuk saat ini dan entah hingga kapan, kalau kau membacanya atau mungkin menemukan tulisan ini biar aku tegaskan. Aku mungkin bukan perempuan ideal tapi tentu saja aku tidak dibesarkan lewat caci maki dan tamparan oleh bapakku jadi, kalau menikah membuatku harus terluka ku rasa akan amat bodoh memilih masuk kedalamnya. Aku tahu, orang-orang sepertiku akan terus dikutuki karena Rick sudah bilang bahwa saat kau tak setuju dengan seseorang kau akan menyerangnya, bukan?

  • view 156

  • 31 
    31 
    2 tahun yang lalu.
    Aku tidak akan menyerang orang yang tidak aku setujui...
    Bekerja sama memang beda dengan sama sama kerja..
    "Kalau tidak sependapat" masuk ke point" sama sama kerja", tidak perlu bergesekan..sampai waktu menemukan titik persamaan.
    Bagus sekali catatan hariannya...mengalir tapi tenang padahal seharusnya sangat emosi melihat isi ceritanya..

  • Silmi Kaffah
    Silmi Kaffah
    2 tahun yang lalu.
    maaf, kisah nyata mbak kah ini?

    • Lihat 2 Respon