Selamat Hari Kartini

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 April 2016
Selamat Hari Kartini

Percayalah, kelak tak akan kau temukan aku yang seadanya. Karena, perasaan tak pernah cukup jadi alasan mengorbankan banyak hal diantaranya mimpi. Semenjak hari dimana tak ada lagi kita, meski samar tak akan pernah kau temui lagi perempuan yang sama bodohnya. Karena, hei manusia seperti juga iman. Kerapkali berubah, entah jadi lebih apa. Tapi, ku pastikan bahwa aku jauh lebih percaya bahwa Tuhan bukan penghianat. Kepadanya barangkali semua asumsi tak berlaku, kecemburuan jadi jalan buntuk dan ketulusan jadi semacam candu. Bahwa Tuhan akan selalu ada tanpa diminta. Bahwa tanganNya akan selalu siap mendekap seluruh duka dan nestapa.

 

Berapa banyak lagi korban dari ketamakan dan kebiadaban nafsu yang mengatasnamakan cinta? Industri yang terus memborbardir benteng pertahanan bernama akal sehat. Sudah terlalu banyak yang terperangkap, meski sulit aku selalu merapal mantra semoga aku tak akan ikut terjebak. Karena jujur saja aku membenci manusia yang berlagak jadi Tuhan. Kehidupan yang sakral, milik Tuhan dipikir sekedar mainan. Hingga dengan mudahnya para pecundang membunuh bayi-bayi tak bersalah.

 

Bayi-bayi yang tak seperti nabi Isa meski kenyataannya terlahir tanpa bapak. Bayi-bayi yang dibungkus plastik hitam atau kardus lalu dihanyutkan di kali dengan arus deras. Orang gila macam apa yang tega melakukannya? Bahkan induk kucing marah saat bayinya dilempar jauh. Percayalah, Firaun telah musnah sejak berabad lalu. Lantas atas nama malu dan kesalahan yang kadung membuang tubuh ringkih bayi-bayi itu seperti juga membuang tinja dan sampah.

 

Ku rasa ada lebih dari jutaan alasan untuk meneladani Kartini bukan dari perayaan berkebaya atau sesuatu semacamnya. Menanamkan tanggung jawab seharusnya jadi teladan utama, karena perempuan seperti jua gelas sekali ia pecah akan sulit disatukan kembali. Aku tahu tentu saja perempuan itu bukan benda tapi makhluk hidup, ah tapi bukankah manusia selalu suka menganalogikan sesuatu dengan lainnya.

 

Percayalah, menjadi Kartini sebenarnya sederhana saja. Bukan unjuk gigi di atas podium jika terlalu sulit. Selesaikan pendidikan dan berhentilah bergantung pada lelaki, maksudku berusahalah menjadi perempuan kuat dengan tujuan. Kartini dikagumi dan dikenang karena pengorbanannya mungkin kamu dan aku tak pernah berkesempatan masuk buku teks yang sama dan jadi pahlawan super, tapi bukankah setiap perempuan adalah pahlawan untuk ayahnya, ibunya, suaminya, kakaknya bahkan anaknya dan karena pahlawan tak melulu soal perlawanan dengan bambu runcing. Jadilah pahlawan untuk dirimu sendiri, minimal dengan tidak merusak masa depan lewat relationship goal yang cium ketek, tukeran baju hingga donor sel telur. Sungguh, anak-anakmu berhak punya ibu yang bisa jadi teladan meski bukan Kartini tapi jadilah hebat dan superhero untuk anakmu. 

 

Selamat hari Kartini. Kartini modern adalah perempuan kuat, berpendidikan dan punya tujuan hidup.

  • view 65