Kelulusan dan Kepulangan

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 April 2016
Kelulusan dan Kepulangan

Harusnya kamu kembali pada Ibu dan Bapakmu. Pasca selesai mengerjakan semua tes njelimet berisi 40 soal pilihan ganda untuk materi IPA dan 30 sisanya untuk Matematika dan Bahasa. Bukan justru, kabur konvoi dan bersenang-senang. Karena, ketahuilah keringat mereka adalah alasan kau berhasil dapat kartu ujian dan punya seragam.

Seharusnya kau pulang selepas ujian. Bapak dan Ibumu menanti penuh cemas. Merapal doa sepanjang malam demi kesuksesan besar milikmu. Masa depan yang jauh lebih baik. Hari esok yang lebih bersinar buatmu. Meski artinya, malam ini dan malam-malam selanjutnya mimpi mereka sendiri harus terkubur. Menabung seperak demi seperak demi kamu, harta yang rupiah bahkan tidak pernah sanggup mematahkan semangat mereka.

Mestinya kau memeluk mereka erat. Dalam hening malam, kala matahari belum menyapa. Mereka memelukmu erat. Meninabobokanmu dari pengap dan nistanya dunia. Menjagamu dari marabahaya. Bukan justru sibuk keluyuran bersama orang lain. Bukankah hari-hari perayaan selesai ujian tak berlangsung dua kali, karena pagi esok kau tak tahu siapa yang pulang duluan.

Kau harusnya pulang. Mengingat ada lebih dari ribuan orang diantara kamu yang justru ditinggalkan di bangsal-bangsal rumah sakit, dibiarkan tidur beralas kardus sendirian dan kesepian hanya dititipi selembar kertas permintaan maaf atau mengingat betapa banyak penjahat yang tega membuang musa kecil tak berdaya. Kau harusnya pulang, menyentuh tangan keriput itu dengan kasih sayang. Memeluk pundak kifosis itu karena beban berat. Menyalaminya. Kau harusnya pulang sebelum terlambat, merayakan bersama mereka yang menyambutmu dari awal kehidupan bukan justru bersenang-senang dan pada akhirnya kehilangan.

Kehilangan kebersamaan dan kesempatan bersama. Esok siapa yang jamin mereka ibu dan bapakmu masih setia menanti di bingkai pintu sembari lebar-lebar membuka tangan. Jangan menangis dan jangan menyesal kalau esok mereka tiada, karena tangis dan sesal tak akan menghidupkan yang mati. Jika kau cinta mereka, pulang dan rayakan suka duka cukup dengan mereka bukan dengan konvoi, pawai apalagi minuman keras.

  • view 71