Siapa yang Menang?

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Politik
dipublikasikan 08 April 2016
Siapa yang Menang?

Setiap tujuan butuh pengorbanan. Untuk sebuah kemenangan ada harga setimpal yang harus dibayar. Serdadu yang tak gentar meski sejujurnya seluruh tubuh gemetar. Mata-mata nanar yang terus dicoba bersinar demi sesuatu yang jadi tujuan bersama. Kita tahu bahwa jaman bergerak maju tapi peperangan ternyata tak bisa dihindari. Dari perang Hud, revolusi Perancis, kemerdekaan Indonesia, hingga penghancuran Soviet dan tentu saja perubahan kekuasaan dinasti Han di Cina.

?

Semuanya menelan korban, memercikan dendam membara. Satu keluarga yang pergi atau salah satu diantaranya bahkan terpaksa meringis pedih. Tak pernah ada yang gratis untuk sebuah kemenangan. Itu sebabnya, kemenangan diperuntukkan buat mereka yang pantang balik badan sebelum berjuang. Itu alasannya, kemenangan tak pernah diperuntukkan buat mereka yang serakah dan picik.

Sayangnya, setelah era revolusi. Setelah mayat-mayat bergelimpang, krisis moneter berkepanjangan ditambah carut marut perdagangan. Inflasi terus berlangsung hingga detik ini. Tak ada kemajuan signifikan kecuali kenyataan mengharukan bahwa yang makin tua hanya bumi yang bergerak dan terus berotasi juga bumi. Sementara sisanya terperangkap dalam imaji kemenangan.

Koruptor yang terus saja meningkat ditambah istilah kekinian pencitraan. Hingga benar dan salah jadi bias. Sialnya rakyat hanya santapan pasar menjelang pemilu. Mereka yang terlalu naif dan taqlid setuju setuju saja diadu domba. Agama jadi semacam alat kampanye dan jualan paling keren. Medium gratis penuh dalil miskin esensi.

Maka siapa yang menang sejak reformasi digulirkan? Rakyat yang memegang kedaultan tertinggi atau pemangku kepentingan dengan uang triliyunan disaku celana?

  • view 116