Bapak

Dian Nurmala Ws
Karya Dian Nurmala Ws Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 April 2016
Bapak

Bapak adalah pusat rotasi saya. Kearah bapak, saya selalu mengadu tentang apa saja. Hingga saya terlalu takut untuk sekedar mengakui bahwa yang bernyawa pasti akan mati. Bapak adalah hujan ditengah kemarau. Saat seisi bumi berhenti percaya bahwa saya melakukan sesuatu, bapak dengan yakin memercayai saya. Keyakinan utuh melebihi keyakinan saya tentang masa depan. Hingga saya terlalu rakus, untuk sekedar menyadari bahwa kelak bapak akan pergi.

?

Sejak hari di mana ibu memejamkan matanya. Hari dimana cuaca cerah tapi hujan seolah menderas, air mata luruh meski tak ada bawang yang harus saya iris. Punggung kokoh, tempat bersandar, agen rahasia. Paket lengkap yang dulu ada dua kini hanya tersisa satu. Maka, bapak mungkin tak tahu bahwa pelan-pelan di telinga ibu saya berjanji akan menjaga bapak. Sungguh, menjaga bapak dari seluruh marabahaya seperti apa yang selalu bapak lakukan. Janji yang semoga membuat ibu tersenyum lega. Janji yang belum bisa saya tepati.

?

Pak, buat saya dunia ini terlalu gelap tapi bapak sudah cukup jadi cahaya. Jadi penopang saya yang ringkih. Maka, satu diantara berjuta harapan saya kepada Tuhan adalah terus bersama dan menjaga bapak, tanpa caci maki apalagi panti jompo! SEMOGA dan AAMIIN yang BANYAK!