Gadis Pemalu dan Mobil Kaleng

Dian Purnamasari Siregar
Karya Dian Purnamasari Siregar Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 24 Januari 2016
Gadis Pemalu dan Mobil Kaleng

Aku berani bertaruh! Hari ini akan menjadi hari yang tak pernah dilupa oleh si gadis pemalu. Tak pernah ia sedekat ini dengan pria tempat di mana segala rindunya bermuara, pria yang namanya selalu ia rapalkan dalam doa selama 4 tahun ini.

"Duduk di situ aja" kata si pria

Saat ini di dalam sebuah mobil kaleng, sang raja jalanan Jakarta itu, si gadis pemalu sedang berusaha sekuat tenaga mengatur detak jantungnya yang tak karuan. Belum pernah ia sedekat ini dengan si prianya.

Setengah jam sudah mereka di dalam mobil kaleng yang terus berjalan, membawa mereka ke sebuah tempat. Berbagai macam topik pembicaraan mereka bincangkan demi mengisi waktu.

Si gadis pemalu bersyukur, deru mesin mobil kaleng yang bising ini menyamarkan bunyi detak jantungnya yang makin tak karuan. Setidaknya si pria tak mendengar bagaimana cinta si gadis pemalu itu terus mendobrak hatinya, memaksa keluar dan ingin segera memberitahu si pria bahwa gadis pemalu ini mencintainya.

"Selamat siang Bapak dan Ibu, izinkan kami mengamen untuk sesuap nasi. Mohon maaf bila kami mengganggu.................."

Dan mengalirlah lagu cinta dari sepasang pengamen yang tiba-tiba masuk ke dalam mobil kaleng. Si gadis pemalu dan prianya pun menyaksikannya

Bila cinta menggugah rasa
Begitu indah mengukir hatiku
Menyentuh jiwaku
Hapuskan semua gelisah

Duhai cintaku duhai pujaanku
Datang padaku tetap di sampingku
Kuingin hidupku
Selalu dalam peluknya

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah

Duhai cintaku pujaan hatiku
Peluk diriku dekaplah jiwaku
Bawa ragaku
Melayang memeluk bintang

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah

"Hei, lagu apa ini? Pengamen itu mendengar isi hatiku kah?" Tanya si gadis pemalu

Seperti itu kah jatuh cinta? Hatinya sensitif. Seolah dunia tau apa yang mereka rasakan, sehingga begitu ada kalimat, kejadian, atau lagu yang menggambarkan suasana hatinya saat ini, maka ia menganggap hal itu tercipta untuknya. Gila memang.

Tibalah di tujuan, si gadis pemalu dan prianya itu turun dari mobil kaleng untuk melanjutkan perlajalan mereka, namun kali ini mereka beda tujuan. Si gadis pemalu sadar bahwa waktunya bersama si pria sudah habis, namun tak ada sedikit pun kata cinta keluar dari mulutnya untuk si prianya.

"Biarkan aku bawa cinta ini ke tujuan lain yang berbeda. Biarlah cintaku berpendar dalam ruang mobil kaleng ini saja. Karena aku takut, kau tak bisa menggenggam rasa cintaku yang tumpah ruah ini. Aku takut kau tak sanggup dan pergi menjauh. Dan aku, memilih untuk menyimpannya."

"Menyimpan cinta dan rindu untukmu rasanya seperti berada di dalam mobil kaleng yang penuh dengan penumpang. Sesak. Tapi aku sudah biasa....biasa...."

?

?

  • view 188