Namanya Delillah

Dian Purnamasari Siregar
Karya Dian Purnamasari Siregar Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 06 April 2016
Namanya Delillah

Namanya Delillah
Seorang gadis biasa dengan rambut hitam sebahu
dan poni lurus yang menutupi seluruh keningnya.
Kulit putihnya selalu berhasil menampakan rona merah pada pipinya

Namanya Delillah
Mata indahnya kini tak lagi berbinar
Sendu yang menggelayut menutupi semua binar pada matanya.
Jubah lusuh buatan nenek yang selalu digunakannya,
kini warnanya tak lagi secerah dulu.
Warna merah pada setiap helai benangnya kini luntur, berubah menjadi orange

Namanya Delillah
Ia selalu setia mengiringi kehadiran purnama dengan berdiri di atas bukit
Melawan dinginnya angin malam bermodalkan jubah lusuh
Daun - daun pada pohon yang rontok diterpa angin tak membuatnya berbalik arah untuk pulang

Namanya Delillah
Kata orang ia sulit jatuh cinta, benarkah?

Namanya Delillah
Bukan ia sulit jatuh cinta. Percayalah ia pernah merasakan jatuh cinta.
Ia jatuh cinta pada pria yang pernah menutup matanya dengan jari - jarinya yang besar
Hingga dunianya gelap dan hanya pria itu yang bersinar
Ketika tangan itu kembali membuka matanya, dunia Delillah tetap gelap dan hanya pria itu yang bersinar

Namanya Delillah
Setiap purnama tiba ia selalu menunggu pria itu di atas bukit
Menagih janji bahwa pria itu akan datang lagi padanya
Tapi ribuan purnama terlewati pria itu tak kunjung datang, ia ingkar.
Sendu di matanya tak jua pergi, karena semakin ia menunggu semakin menumpuk kesenduan di matanya

Namanya Delillah
Bukan ia sulit jatuh cinta, ia pernah jatuh cinta
pada pria yang membuatnya jatuh karena janjinya tak kunjung ditepati
Bukan ia sulit jatuh cinta, percayalah ia pernah jatuh cinta.
Hingga akhirnya yang tersisa hanya jatuh dan tak ada lagi cinta
Bukan ia sulit jatuh cinta, ia hanya lupa caranya mencinta lagi.

Namanya Delillah
Sampai purnama keberapakah kamu akan tetap menunggu?
Jika kali ini kukatakan untuk berhenti
Akankah kau peduli?