Hujan

Diane Yuyie
Karya Diane Yuyie Kategori Puisi
dipublikasikan 26 Mei 2016
Hujan

Hujan 

Tak habis habisnya menggerus ingatan

Mematah hati mendua rasa

Rintik rintik tawa juga dinginnya senyuman

Memendar jatuh di setapak kenangan

 

Jika engkau tak merasa

Mungkin mati sudah kau rasa

Ketika genggamannya kau rasa lebih hangat

Juga merah mendaun di bawah hidungnya yang kau sebut mempesona

Lalu kau buang aku 

Yang ketika itu menolak jemarimu di ujung dagu

 

Hujan mengadili cintaku yang mendalam

Menginjak injak rasa kagumku pada sosoknya yang sempurna

Sosok hangat yang selalu berbicara laksana mentari pagi

Pemilik sorot tajam yang mencairkan keraguan

Ia sahabat yang mencinta lalu mendua

 

Hujan mengkhianati rasa percayaku

Ia yang rintiknya selalu menyejukkan

Menjadi panah panah yang menghujam

Meretakhancurkan cinta

Membumbungkan dendam 

Enggan lagi mencintai rintiknya

Juga rintik yang berbeda

Meskipun di ujungnya ada pelangi di telapak tangannya

 

Depok, 26 Mei 2016

Diane Yuyie

Ketika hujan memunculkan kembali ingatan

Tentang ia yang mencinta lalu mendua