Untuk Ia dan Ia yang Telah Pergi

Diane Yuyie
Karya Diane Yuyie Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Mei 2016
Untuk Ia dan Ia yang Telah Pergi

Sore itu mengelam. Senja tak juga kunjung berubah jingga ketika roda dua yang membawa aku dan dia berjalan laksana kilat. Jantungku berdetak mengeras ditelingaku. Buliran buliran muncul dari pori poriku yang berdilatasi.

Sedangkan ia hanya diam seribu bahasa, tak mampu berkata kata. Lenganku pun bersandar di punggungnya yang sabar. Bangunan bangunan yang tertangkap oleh lensa di mataku seolah mulai termakan kegelapan. Angin mencekat. Apa yang sesungguhnya terjadi? Mengapa aku sekeraskepala ini ingin menjenguk nenek di rumahsakit? 

Bangunan putih angkuh itu mengeluarkan aroma pembersih lantai yang menusuk hidungku. Memasuki gerbangnya melangkah sebanyak banyaknya langkah. Ia masih terdiam, namun tetap berjalan disampingku. Mengejar langkahku yang bergegas. Puluhan orang berjalan berlawanan arah, sesekali lengan lengan bersinggungan.

Sekantung pear di genggamanku seketika terlepas. Paman menggeleng menatapku, menahan airmata, tak tersenyum pun. Aku belum melihat nenek. Aku harus melihatnya sendiri. Langkahku berontak. Tirai putih itu menyembunyikan sosoknya yang mungil. Terbaring berselimutkan kain putih, tersenyum. NENEK! Pekikku.

Tertumpahlah air dari mata mata yang menyayangi beliau. Aku yang sesaat lalu masih berharap bisa mendengar tawanya. Seolah kehilangan kerangka. Tak sanggup berdiri.

Ia yang masih tetap sabar hanya berdiri di dekat pintu. Kedua matanya menemukan wajahku yang berlinang airmata. Mata itu membulat dan berkata, "Semua akan baik baik saja."

Tubuhku dingin. Sedingin pualam. Hanya ingin ada yang mendekap. Namun tak ada. Ia yang selalu mendekapku telah pergi. Tertinggal doa darinya untuk kebahagiaanku. Apakah ia sendiri bahagia? Dikala renta usianya, ia masih bekerja. Enggan membebani anak anaknya. Aku hanya tahu... kini ia bahagia. Bertemu dengan kekasihnya yang dahulu sering diceritakan olehnya. Mengayuh sepeda berdua, menuju surga... 

Depok, 19 Mei 2016

Diane Yuyie

Untuk Ia dan ia yang telah pergi

  • view 64