Sehidup Sesurga

Diandra Hamijaya
Karya Diandra Hamijaya Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 07 September 2016
Sehidup Sesurga

Membangun kehidupan berkeluarga adalah awal fase babak kehidupan baru untuk semua orang, termasuk juga untukku. Sudah hampir empat tahun yang lalu, dimulai saat kita berikrar bersama. Berbekal rancangan dan rencana tentang bentuk sebuah keluarga impian dalam benak kita, juga restu pengantar dari orangtua, jadi bekal yang cukup untuk memulai kehidupan yang mandiri.

Saat seru kita menjalani kehidupan dan melewati waktu bersama, dengan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda, namun penting untuk segera menyesuaikan diri, menyesuaikan ritme agar serasi dan selaras. Dia yang betah berlama-lama menghadap layar komputer, menyusun materi bahan training hingga larut malam, sementara aku lebih suka keteraturan mensegerakan istirahat malam, maksimal jam 10 malam. Dia yang suka mengolok-olokku, namun itu sudah pasti bercanda, jadi bumbu penghibur keseharian. Dia yang suka kerapian, dan aku yang agak santai dengan mainan yang berhamburan, jadi dia acap kali mengingatkan untuk menjaga kondisi rumah tetap stabil, meski tanpa asisten rumah tangga. Kita yang sering lupa meletakkan benda-benda kecil, sehingga rebut saling mencari saat dibutuhkan. Kita yang bekerjasama membagi pos keuangan masing-masing dan bertanggung jawab untuk memenuhi keperluan hidup. Kita yang selalu menyediakan ruang dan waktu, saat masing-masing membutuhkan bantuan, bahkan saat fisik mulai letih, menjadi tukang pijit dadakan. Kita yang suka menyediakan waktu rekreasi bersama, jalan-jalan juga wisata kuliner, lalu berbaur menikmati syahdunya alam. Kita yang senang meringankan sedikit beban orang lain, berbagi sedikit rizki dan senyum. Kita yang bergantian untuk pulang ke rumah orangtua, meninggalkan jejak bahagia agar dapat diuntai lewat doa mereka. Kita menjalani hidup yang sama dengan kebanyakan orang, seni menjalaninya saja yang berbeda.

Pelengkap cinta sehidup sesurga kita, tak cukup aku jalani hanya dengannya, kita akan mengajak putra putri kita juga, kan? Kini ada sosok berwujud balita cantik yang makin centil dan cerdas dari hari ke hari, Adira Basyirah Bariq. Ah, sungguh surga itu nyata ada disini. Menikmati celotehannya, mendengarkan nyanyian dan gerak tarinya yang tiada akhir, menemani masa bermainnya lalu berkejaran bersama, menjawab pertanyaan-pertanyaan ringannya seolah ingin tahu semuanya,  memaklumi segala permintaan yang diajukannya, namun tentu tak langsung dipenuhi. Semoga Adira tumbuh dan berkembang dengan baik, diberkahi dengan kesalehan, kecerdasan, juga pekerti yang baik.

Kita suka belajar bersama, menghabiskan waktu senggang dan waktu libur bersama, menjalani pengalaman hidup baru, jadi kelak kita akan punya banyak kenangan cerita. Demi Adira pula, kita menciptakan suasana kehidupan keluarga yang sehat untuknya, sehingga dia dapat bersyukur memiliki kita, orangtua kesayangannya, lalu bersyukur memiliki keluarga yang menerima pribadinya apa adanya. Demi kebahagiaan kita bersama, semoga terus saja begini sampai kapan pun, jadi bisa sedikit menginspirasi orang lain untuk juga terus berani memperjuangkan kebahagiaan hidup mereka. Sungguh, kita semua memang harus memperjuangkan apa yang memang layak untuk diperjuangkan.

Sehidup sesurga yang kekal, menjadi satu ikatan jalinan kasih abadi antara kita. Aku bersyukur memilikinya, keluarga kecil sederhana ini, berharap kita selalu berjalan bersama dalam suka duka, melewati cuaca cerah ataupun badai, mengecap ujian dan anugerah,  sehidup sesurga. Tentu kelak ada ujian dan masalah yang jadi porsi kita untuk mengalaminya, namun semoga kekuatan dan kemampuan mengatasinya selalu ada. Surga kita tak jauh di dalam angan, surgaku ada disini bersamanya, surgamu ada disini bersamaku, kita memang tak sempurna, namun saling setia melengkapi, dalam sehidup sesurga.