keluarga kecil

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 19 Februari 2016
keluarga kecil

Sore ini aku duduk di taman kampus menunggu seseorang. Disela menunggu, mataku menangkap sebuah pemandangan yang begitu syahdu. Seorang lelaki, perempuan dan anak perempuan kecil kira-kira berumur 5 tahun. Aku menduga bahwa mereka adalah sebuah keluarga kecil. Seorang Ayah, Ibu dan satu anak. Aku terus memandangi mereka.

?

Gadis kecil itu terlihat bahagia sekali. Berlarian kecil mengejar kupu-kupu yang melintas didepannya. Ayah dan Ibunya hanya duduk santai menikmati tingkah gadis kecilnya yang lucu. Gadis kecil berlompatan meraih kupu-kupu namun tetap tidak dapat meraihnya. Gadis kecil itu kecewa karena kupu-kupunya terbang semakin tinggi dan jauh.

Akhirnya dia kembali berlari menuju Ayah dan Ibunya. Ibunya melihat gadis kecilnya kelelahan kemudian memberikan gadis kecilnya potongan buah semangka yang mungkin tadi dibelinya. Gadis kecil terlihat semangat sekali memakannya. Mungkin dia lelah dan haus setelah berlari mengejar kupu-kupu.

"sambil duduk, Dek, makannya"

Gadis kecil menuruti perintah Ibunya. Dia mencari tempat yang bersih untuk dia duduki.

Aku melihat sang Ayah seperti meminta uang kepada sang Ibu. Sang Ibu sepertinya mengerti apa yang dimaksud sang Ayah. Lalu, sang Ibupun mengeluarkan satu lembar uang dari dompetnya. Namun, sang Ayah kembali memberikannya pada sang Ibu dan mengatakan, ?Suruh Adek yang ngasih.? Sang Ibupun menuruti permintaan sang Ayah. Kemudian, sang Ibu memanggil gadis kecil dan mengatakan ?Dek, kasihin uang ini ke bapak itu.? Kata sang Ibu sambil menunjuk ke seseorang.

?

Aku mengikuti arah kemana telunjuk sang Ibu menuju. Aku menemukan seorang bapak tua duduk dengan pakaiannya yang lusuh dan sebuah mangkok kecil didepannya. Seorang pengemis. Gadis kecil tadi berlari menuju tempat yang sang Ibu perintahkan. Gadis kecil mengulurkan tangannya yang memegang lembaran uang yang diberikan sang Ibu tadi. Bapak tua menerimanya dan mengatakan terima kasih. Lalu, gadis kecil kembali berlari menuju sang Ayah dan sang Ibu.

?

Aku tertegun melihat apa yang dilakukan keluarga kecil itu. Seorang Ayah yang memimpin dengan bijaknya. Seorang Ibu yang begitu mematuhi suaminya. Dan gadis kecil yang dengan sopannya memberikan uang langsung kepada bapak tua, tidak di mangkok yang sudah disediakan bapak tua. Sebuah keluarga kecil yang bahagia dan penuh cinta.

Aku masih memandangi keluarga kecil itu. Namun sepertinya mereka akan pergi. Terlihat sang Ayah yang berlalu meninggalkan tempat duduknya diikuti sang Ibu. Gadis kecil berlari menyusul Ayah dan Ibunya masih dengan membawa potongan buah semangka yang tinggal setengah. Aku tersenyum bahagia. Hatiku menyemogakan sesuatu. Aku masih memandangi mereka sampai mereka hilang dibalik gedung tinggi bercat putih.

?

Aku kembali melihat-lihat orang yang sedang berkumpul di taman. Memperhatikan apa yang sedang mereka lakukan. Sebuah games. Mereka sedang melakukan games yang bertujuan untuk membangun kekompakan tim. Membangun sikap untuk saling bekerja sama. Ah, aku jadi teringat pada keluarga kecil tadi. Sebuah kerja sama menolong bapak tua.

  • view 202