buah kebaikan

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 November 2017
buah kebaikan

Ini buah kebaikan. Dalam artian yang sebenarnya. Ini adalah buah hasil kebaikan dari bapak. Kata Ibu, mangga ini ditanam sama bapak. Baru kali ini berbuah banyak. Tahun kemarin paling beberapa biji. Itu artinya buah hasil kebaikan bapak, tak dapat bapak nikmati. Bapak yang menanam, tapi buahnya kita yang merasakan. Makanya saya menamakannya buah kebaikan.

Saya kembali teringat kebaikan-kebaikan bapak. Sungguh, segala jenis kebaikannya, imbasnya ke kami, keluarganya. Lalu, saya semakin yakin bahwa sungguh Allaah tak pernah melewatkan kebaikan. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, Allaah tak pernah terlewat mencatatnya dan tak lupa membalasnya. Yang terkadang, balasan kebaikan tak melulu kepada kita. Bisa jadi kepada orang yang kita sayangi. Seperti yang terjadi saat ini, pada saya. Kebaikan-kebaikan bapak, balasannya kepada kami keluarganya.

Lalu saya juga teringat pada masa silam. Dulu, ketika bapak dapat rizki lebih, bapak pasti kasih ke orang-orang. Ke anaknya sendiri mah paling berapa. Tapi lebihnya ke orang-orang. Ibu sempat kesal dengan tingkah bapak yang mementingkan orang lain dibanding keluarga sendiri. Namun saya paham alasannya karena dari penghasilan ibu juga sudah mencukupi kebutuhan. Maka, bapak lebih memilih membagikannya ke orang lain yang membutuhkan. Tapi nyatanya, kebaikan bapak di masa lampau, balasannya sekarang, kepada kami. Orang-orang membaiki kami sebab kebaikan bapak dulu.

Aah, sungguh saya jatuh cinta padamu, Pak. Pada segala kebaikan-kebaikan yang engkau sebar. Engkau yang menanam kebaikan, kami yang memetiknya. Engkau yang bersusah payah menebar benih, kami yang menikmati buahnya. Terima kasih, Pak..

Jika ada terima kasih terbaik selain doa, maka akan saya lakukan. Berbahagia selalu ya, Pak. Tak ada doa yang paling sering saya pinta selain semoga Allaah selalu menyayangimu, Pak. Sebab dengan di sayangi Allaah, saya percaya Allaah akan menemui bapak dengan senyuman. Itu kan impianmu, Pak?

  • view 171