cermin RamaDhani 4

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Project
dipublikasikan 23 Juni 2017
cermin RamaDhani

cermin RamaDhani


cermin adalah singkatan dari cerita mini, sedangkan RamaDhani adalah nama tokoh dalam cerita, mas Rama dan Dhani. Ini adalah sebuah proyek menulis saya selama bulan Ramadhan. Ada pesan moral pada setiap ceritanya yang bisa dipetik oleh masing-masing pembaca. selamat me-nik-ma-ti.

Kategori Cerita Pendek

282
cermin RamaDhani 4

Awalnya malam di malam menuju akhir Ramadhan. 

Tidak biasanya selepas taraweh Dhani meminta buru-buru pulang. Biasanya bermain dulu dengan teman-temannya. Namun hari itu Dhani menarik-narik lengan mas Rama agar cepat pulang. Sesampainya dirumahpun Dhani langsung masuk kamar dan menutup pintu keras-keras. Sama seperti sore tadi selepas pulang mengaji. Mas Rama merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Dhani. Tiba-tiba terdengar bel rumah berbunyi. Mas Rama segera menuju pintu depan.

"Eh, Doni. Masuk-masuk. Dhani ada dikamar tuh."

"Aku tunggu disini aja deh , Mas."

"Oh ya sudah. Dek! Ada Doni nih."

Tidak ada jawaban. Mas Rama kembali memanggil Dhani. Namun tetap tidak ada jawaban. Akhirnya mas Rama mendatangi Dhani ke kamarnya.

"Hey! Itu ada Doni."

"Suruh pulang aja, Mas. Adek ngggak mau ketemu!"

"Lho kok gitu? "

" Doni jahat!"

Mas Rama kaget mendengar pernyataan Dhani. "Kalian berantem?"

"Iya. Abis Doni jahat. Masa tadi pada saat mau pulang ngaji, Doni minta Adek duduk disebelahnya. Ternyata kursi yang Adek duduki itu rusak. Jadi aja Adek jatuh. Terus diketawain sama yang lain. Kan Adek kesal. Belum lagi  celana Adek nyangkut jadi aja sobek. Adek kan jadi malu, kesal, marah. Doni jahat! Huhuhu" Dhani mulai menangis.

Mas Rama berusaha menenangkan Dhani.

"Aku minta maaf, Dhani. Aku tahu aku salah. Makanya aku kesini mau minta maaf."

Ternyata, Doni  sudah ada didepan pintu kamar Dhani sedari tadi. Mas Rama meminta Doni masuk ke kamar.

"Tuh, Doni sudah minta maaf. Doni menyadari kesalahannya. Sekarang tinggal giliran Adek buat maafin."

Dhani tidak menanggapi. Tangannya disilangkan didepan dadanya dengan wajah cemberut.

"Aku benar-benar menyesal sudah melakukan itu. Aku sungguh minta maaf, Dhan."

"Ayoo. Maafkan Doni, Dek."

"Nggak mau!"

Doni tertunduk lesu. Wajahnya terlihat sedih. Mas Rama memikirkan cara membaut mereka baikan.

"Adek sama Doni tahu ayat yang ada perintah meminta maaf kepada manusia nggak?"

Doni tampak berpikir sedangkan Dhani tidak peduli. Setelah agak lama berpikir Doni menggeleng. "Nggak tahu, Mas."

"Memang nggak ada. Adanya  meminta maaf kepada Allah. Sedangkan kepada manusia Allah memerintahkan untuk memaafkan. kalian tahu kenapa?"

Doni menggeleng sedangkan Dhani masih membatu. Namun Dhani mendengarkan.

"Sebab memaafkan itu membebaskan dua orang. Pertama, membebaskan orang yang meminta maaf dari rasa bersalahnya dan kedua membebaskan orang yang dimintai maaf dari rasa kesal atau marahnya. Emangnya enak menyimpan rasa bersalah?" tanya mas Rama kepada Doni.

"Nggak enak, Mas."

"emangnya enak selalu diliputi rasa kesal atau marah?" kali ini pertanyaannya ditujukan kepada Dhani.

Dhani menggeleng.

"Tuh kan nggak enak selalu diliputi rasa bersalah maupun marah. Itulah kenapa ada banyak perintah Allah dalam al-qur'an yang menyuruh kita untuk memaafkan. sebab pentingnya bisa membebaskan diri dari perasaan tersebut. perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan." mas Rama mengambil sepotong ayat alqur'an. "Memberi maaf itu bukan pekerjaan yang mudah memang. Itulah mengapa memaafkan menjadi ciri orang bertaqwa. Adek mau kan jadi orang yang bertaqwa?"

Dhani mengangguk. 

"Naah. Makanya, maafin atuh."

Dhani mengangguk. Doni menyodorkan tangannya. Dhani menyambut tangan tersebut. Keduanya tersenyum. "Kita baikan ya sekarang.."

"Gitu dong." Mas Rama bahagia melihatnya. "Makanya juga, momen lebaran itu dijadikan sebagai momen saling memaafkan. sebagai pemungkas dari ibadah selama Ramadhan untuk menjadi sebaik-baiknya hamba Allah.  "

  • view 48