cermin RamaDhani 3

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Project
dipublikasikan 21 Juni 2017
cermin RamaDhani

cermin RamaDhani


cermin adalah singkatan dari cerita mini, sedangkan RamaDhani adalah nama tokoh dalam cerita, mas Rama dan Dhani. Ini adalah sebuah proyek menulis saya selama bulan Ramadhan. Ada pesan moral pada setiap ceritanya yang bisa dipetik oleh masing-masing pembaca. selamat me-nik-ma-ti.

Kategori Cerita Pendek

431
cermin RamaDhani 3

Hari sudah begitu larut namun Mas Rama dan Dhani masih dijalan. Baru saja menjenguk temannya Dhani yang tekena typus. Dhani jadi terpikirkan sesuatu di kepalanya.

"Mas, dokter tuh hebat ya bisa menolong orang. Adek pengen jadi dokter deh. "

"Kalau mau nolong orang kan nggak harus jadi dokter, Dek. Petani juga nolong orang. Coba kalau nggak ada petani, kita nggak bisa makan nasi. Ustadz juga nolong orang yang mau belajar agama, bantu Adek juga buat ngafalin al-Qur'an."

Dhani tampak belum puas dengan penjelasan mas Rama.

"Yang penting dari semuanya adalah tujuan. Tujuannya kan bantuin orang. Caranya bebas, bisa apa saja." lanjut mas Rama.

 "Hmm.. Iya sih, Mas. Tapi kan jadi dokter itu keren."

"Tapi kata Nabi yang keren itu yang bisa bermanfaat bagi orang lain."

Dhani masih belum mau menyerah mengunggulkan bahwa jadi dokter itu hebat.

"Tapi kalau dokter itu pasti pintar-pintar Mas. Ahli bedah-bedah, ngobatin orang."

Mas Rama setuju dengan pendapat Dhani. Namun ada sesuatu yang harus Dhani pahami.

"Iya, memang. Itu karena mereka sungguh-sungguh mempelajari ilmu kedokteran. Ada sebuah teori yang dikenal teori 10.000 jam. Yaitu, seseorang yang mempelajari sesuatu atau melakukan sesuatu selama 10.000 jam maka dia ahli dalam sesuatu itu."

Dhani terkejut mendengar angka yang disebut mas Rama. "10.000 jam, Mas?"

"Iya. 10.000 jam. Intinya seseorang yang mempelajari sesuatu dengan sungguh-sungguh dan istiqomah pasti jadi ahli. Kaya Adek lagi ngafalin al-Qur'an sekarang. Kalau nggak sungguh-sungguh pasti nggak akan bisa hafal 10 juz . Dokter juga begitu. "

"Hehe, iya juga ya Mas."

 Motor mas Rama berhenti karena lampu merah. Mas Rama melanjutkan penjelasannya agar Dhani lebih paham.

"Ingat, intinya adalah tujuan utamanya. Allah meminta kita berdoa tujuan utamanya adalah membuat kita dekat dengan-Nya, bukan agar didengar Allah. Sebab Allah tahu tanpa perlu kita meminta. Ayah sering sekali menyuruh kita untuk belajar. Tujuan utamanya adalah untuk membuat kita memahami sesuatu, agar kita tidak menjadi orang bodoh, bukan agar mendapat nilai yang bagus. Kita harus punya impian atau cita-cita bukan untuk biar keren atau dapat uang banyak nanti, tapi agar kita selalu berusaha dan memiliki harapan. Hidupnya nggak terombang-ambing nggak jelas. Mau jadi dokter, hafidz, petani, ustadz, atau pekerjaan apapun intinya adalah tujuan untuk menolong, untuk memberi kebermanfaatan. Paham?"

Dhani mengangguk. Mencatat baik-baik kalimat mas Rama dalam benaknya.

"Emang dulu impian mas Rama apa?"

"Jadi dokter. Impian anak kecil kan rata-rata jadi dokter."

"Huuu. Mas Rama juga dulu pengen jadi dokter kan."

"Hahaha"

  • view 60