Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 16 Juni 2017   15:08 WIB
mengajar dan menulis

Mengajar itu menjelajah dan menulis itu rumah, bagi saya.

 

Saya hidup dengan menjalani apa yang Allaah takdirkan dan apa yang saya mau. Allaah menakdirkan saya menjadi seorang pengajar, sedangkan yang saya mau adalah saya menjadi penulis. Apa yang saya impikan belum menjadi nyata, tapi saya tak mau berhenti begitu saja pada impian saya. Saya tetap mau memperjuangkan mimpi saya. Toh impian saya bukan sesuatu yang buruk. Tidak ada salahnya saya tetap memperjuangkannya. Dan juga, menulis adalah salah satu kebahagiaan saya, jadi saya tak mau melepas kebahagiaan saya ini. Entah besok-besok Allaah menakdirkan saya menjadi yang lain lagi, insyaaAllaah saya akan tetap menulis.

 

Meski saya tak jadi penulis, saya tetap bisa menjadi orang yang menulis. Kalau kata mba Uti, orang yang menulis itu tujuannya ya menulis, bukan untuk rupiah. Sedangkan penulis itu sebuah profesi. Yang namanya profesi itu berarti orangnya profesional dan diberi upah. Dan untuk sekarang, saya lebih senang dengan istilah 'orang yang menulis'. Menulis karena ingin menulis. Bukan sebuah tuntutan, bukan juga untuk mendapat keuntungan, ya hanya ingin menulis. Jadi, meski takdir saya menjadi seorang pengajar, saya tetap menulis. Apapun yang bisa saya tulis.

 

Maka, bagi saya, mengajar itu seperti menjelajah dan menulis itu seperti rumah. Ketika saya mengajar, saya seperti sedang bertualang di alam rimba, menyusuri pesisir pantai, menjejaki padang sabana. Harus bertahan hidup dengan rintangan yang ada. Saya harus mampu menghadapi segala macam jenis murid, mentransfer ilmu yang ada dikepala saya ke kepala mereka, memberi contoh yang baik pada mereka. Dan kesemuanya itu tidak mudah. Sebab yang saya ajarkan adalah manusia dengan seperangkat hati dan pikiran. Saya harus menata pikiran dan hati mereka. Padahal, saya sendiri belum mampu menata pikiran dan hati saya dengan baik. Dan itu adalah tantangan besar. Maka, saya menganggap mengajar itu seperti bertualang, menjelajah, berkelana. Melelahkan tetapi juga cukup menyenangkan.

 

Lalu, ketika saya telah lelah menjelajah, maka saya pulang kerumah. Ketika saya telah lelah mengajar, maka saya akan membuka laptop saya lalu mulai menarikan jari saya diatas keyboard. Saya menulis apapun yang ingin saya tulis. Tidak jarang juga hanya sekedar curhat. Yang penting saya menulis. Yang penting saya bahagia. Itu prinsip saya. Kebahagiaan yang didapat dengan cara yang sederhana ini akan saya lakukan, selalu. Agar saya tak lupa pada impian. Agar saya tak jenuh pada kehidupan. Sebab, hidup ini bukan sekedar menjalani takdir tapi juga menghidupkan kehidupan. Dan cara saya menghidupkan kehidupan saya adalah dengan menulis. Mari menulis!

Karya : Dian Nafasah