Pagi, kopi dan kau dalam imajinasi

Pagi, kopi dan kau dalam imajinasi Pagi, kopi dan kau dalam imajinasi

 

Selamat pagi, Tuan. Tak ada hujan pagi ini. Hanya ada kopi dan kau dalam imajinasi yang menemani pagi. Tak ada aroma hujan yang mengisi rongga hidung, hanya ada kopi dengan aromanya.  Tapi tak apa. Itu sudah cukup menenangkan. Tak ada rintik hujan juga yang mampu menghapus sepi. Tapi, tak apa. Cukup adanya kau, walau hanya dalam imajinasi, sudah membuat riuh seisi kepala dan hati. 

Aku sudah pernah bilang 'kan Tuan, bahwa kau itu seperti kopi. Aroma kopi begitu menenangkan hati, pun dengan adanya kau di sisi. Meminum kopi mampu membuat dadaku berdegup kencang sekali, pun dengan kau yang selalu membersamai. Efek dari kopi itu membuat rasa kantukku hilang, pun dengan kau dalam pikiran dan hati. Aku benar'kan? Kau seperti kopi'kan, Tuan?

Dian Nafasah

Pagi, kopi dan kau dalam imajinasi

Karya Dian Nafasah Kategori Catatan Harian dipublikasikan 17 Maret 2017
Ringkasan
Tak ada hujan pagi ini, hanya kau (dalam imajinasi) yang menemani.
Dilihat 41 Kali