tentang menentukan arah

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Buku
dipublikasikan 06 Februari 2017
tentang menentukan arah

buku karya ; Kurniawan Gunadi dan Aji Nur Afifah

Buku ini sebenarnya saya pesan dari awal desember, namun karena masalah pada alamat dan kurir jadi buku ini sampai di tangan saya di bulan Januari, di bulan kelahiran saya. Tapi saya bersyukur sebab saya merasa ini adalah kado buat saya. Saya anggap ini adalah hadiah ulang tahun dari saya untuk saya yang biasa saya lakukan setiap tahunnya. Saya suka menghadiahi saya sendiri hadiah buku setiap tahunnya. Buku yang menunjang resolusi saya di tahun itu. Kebetulan saya lahir di bulan awal(Januari), maka pertambahan umur  juga diselaraskan dengan resolusi tahun baru.

Dan resolusi di tahun ini adalah saya ingin belajar tentang pernikahan secara mendalam sebab umur saya semakin bertambah. Itu artinya saya bukan lagi anak kecil yang selalu bisa dan ingin dibersamai orang tua. Saya perlu teman hidup untuk sampai akhir nanti. Dan teman hidup ini bukan hanya tentang impian saya, tapi juga impian orang tua. Saya yakin bahwa melihat anaknya menikah dengan siapa adalah dambaan setiap hati orang tua. Menyerahkan anaknya pada orang yang baik adalah sesuatu yang paling membuat lega hati setiap orang tua. Maka, di tahun ini saya belajar menyiapkan diri. Dan buku ini adalah buku yang sangat tepat sekali. Ah, rencana Allaah memang begitu indah. Allaah sengaja membuat perjalanan buku ini lama sampai di tangan saya agar buku ini hadir sebagai hadiah (dari-Nya) untuk saya. 

Buku ini banyak sekali mengajarkan saya tentang pernikahan. Tentang arti menikah, tentang pencarian, tentang berjuang, tentang pasangan, tentang perayaan pernikahan, tentang keluarga dan tentang anak. Banyak hal baru yang saya pelajari tentang pernikahan. Termasuk, saya baru tahu bahwa pernikahan adalah satu dari tiga perjanjian kuat yang disebut dalam Al-Qur'an. Perjanjian dunia akhirat. Selain itu, ada  beberapa yang membuat saya semakin paham dan yakin dengan apa yang saya percayai. Misalnya  tentang meredakan ego. Meredakan ego adalah pelajaran pertama yang saya pelajari tentang bagaimana berumah tangga nanti. Saya percaya bahwa banyak masalah rumah tangga yang timbul adalah dari ego masing-masing pasangan. Ego yang masing-masing pasangan ingin capai. Dan jika tak ada yang mengalah, maka hancurlah rumah tangga itu. Dan soal meredakan ego ini, baik mas Gun dan mbak Apik menuliskannya sehingga membuat saya semakin kuat untuk belajar meredakan ego.

 Buku ini adalah pilihan yang tepat bagi orang yang sedang menentukan arah seperti saya. Buku ini adalah kompas yang pas. Saya menjadi paham soal pernikahan dan membuat saya bisa menentukan kemana arah yang harus saya tuju. Dan yang terpenting dari apapun adalah niat. Makanya, makna pernikahan ditempatkan di awal sebab dengan memahami maknanya kita bisa membenahi niat menikah. Sebab  dari niat inilah menurut saya kita akan bertemu dengan orang yang seperti apa. Seperti mas Gun dan mbak Apik yang bertemu sebab memiliki niat yang sama, memiliki arah yang sama soal rumah tangga. Maka, menurut saya, tidak hanya membenahi diri sendiri untuk menjadi baik agar bertemu dengan orang baik, tapi juga harus niat yang baik. Dan setelah membaca buku ini, saya langsung memikirkan baik-baik visi-misi rumah tangga yang ingin saya jalani kelak.

 Yang saya sukai selain tentang niat adalah tentang makna perayaan.  saya ingin perayaan pernikahan itu sesuatu yang akan dikenang orang, yang unik. Tapi saya baru menyadari makna perayaan itu setelah membaca bagian makna perayaan. Selesai membaca ini, arah pikiran saya yang ingin konsep unik itu langsung berubah haluan. Saya ingin melakukan perayaan sesuai dengan makna perayaan itu sendiri  yaituyang sesuai dengan ajaran Nabi.

 Kontemplasi yang dilakukan mas Gun dan mbak Apik mampu membuat kita akhirnya menyadari  banyak hal tentang pernikahan, tentang hidup rumah tangga. Saya berterima kasih sekali pada penulis karena berbagi apa yang menjadi kontemplasinya selama ini. Juga pada Allaah karena telah menakdirkan saya bertemu dengan buku ini di bulan Januari. Juga karena Allaah membantu saya semakin mantap dengan resolusi saya tahun ini. Terima kasih, Allaah!

  • view 392