Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 17 Januari 2017   02:03 WIB
Catatan Kontemplasi -18

Terkadang, saya merasa belum siap untuk menjadi dewasa. Masih butuh orangtua yang sedia dibelakang kita ketika kita melangkah. Ketika kita butuh perlindungan kita bisa lari kebelakang, berdiri dibalik orang tua. Ketika butuh bantuan, kita butuh tangan orangtua untuk membantu kita. Ketika kita lelah dan menangis, ada orang tua yang siap mengusap airmata kita.

 

Namun pada akhirnya saya menyadari, orang tua tidak bisa selamanya ada dibelakang kita. Boleh jadi karena mereka juga memiliki kehidupan sendiri yang ingin dinikmati di hari tua mereka. Kaki mereka sudah terlalu lelah untuk selalu ikut dibelakang kita kemanapun kita pergi. Walaupun mereka ingin, namun mereka tidak dapat menolak kerapuhan tulang kaki mereka untuk terus mengikuti kita. Pada akhirnya, kita harus melangkah sendirian. Eh, tidak. Tidak. Orangtua akan terus ikut melangkah bersama kita sampai pada suatu titik dimana kita bertemu seseorang lain yang akan membersamai kita. Membersamai kita terus melakukan perjalanan. Seorang teman hidup.

Karya : Dian Nafasah