Catatan Kontemplasi -3

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Project
dipublikasikan 29 Desember 2016
Catatan Kontemplasi

Catatan Kontemplasi


Saya ingin melakukan kontemplasi selama 23 hari dalam rangka menutup umur 22 ini menuju 23. catatan kontemplasi ini juga sebenarnya sebagai bentuk kerinduan saya akan menulis.

Kategori Acak

1.7 K
Catatan Kontemplasi -3

Kadang jika rindu sesuatu (kenangan) itu sebenarnya rindu pada banyak hal. Rindu momennya, rindu tempatnya, rindu orang-orangnya. Dan jikapun salah satu dari ketiganya bisa terobati, nyatanya tetap saja masih rindu. Misalnya, kita rindu pada suatu tempat sebab pernah menyimpan kenangan disitu. Lalu, suatu hari kita kembali ke tempat itu. Maka, rasanya akan berbeda. Tidak lagi semenyenangkan dulu. Tidak lagi sebahagia dulu. Hambar. Sebab tak ada orang yang sama seperti dulu yang membuat kenangan disitu. Atau, kita rindu pada orang-orangnya dan suatu hari bertemu orang-orangnya tetapi ditempat yang berbeda, yang baru. Maka, rasanya akan berbeda juga. Masih ada rindu yang belum tuntas. Jadi, sebenarnya jika rindu pada sesuatu itu memang rindu pada tempat, orang dan momennya. Sepaket. Tidak bisa diobati dengan satu hal saja.

Bahkan kata seseorang, harta termahal bagi penulis adalah kenangan. Tanpa kenangan dan imajinasi tentu akan sangat sulit menuliskan sesuatu. Maka, seorang penulis sebenarnya adalah orang-orang yang berani menjebak dirinya pada masa lalu. Berani menenggelamkan dirinya pada masa silam untuk kemudian menjadi sesuatu yang tak akan terlupa. Tapi menurut saya, kenangan adalah hal yang berharga selain waktu yang dimiliki seseorang. Sesuatu yang berbeda yang dimiliki seseorang . Tidak ada satu orangpun didunia ini yang memiliki kenangan yang sama.Tidak ada. Saya jamin itu. Sekalipun kembar, mereka tetap memiliki kenangan yang berbeda.  

Ah, saya hanya sedang rindu pada tempat, orang, dan momen pada masa lalu yang sangat sederhana namun begitu mahal. Tetapi saya tidak punya cukup keberanian untuk menceritakan kenangan itu. Saya belum cukup kuat untuk berenang dalam kenangan masa lalu. Saya takut tenggelam. Maka esok, ketika saya cukup kuat untuk menceritakan kenangan itu, saya ingin menceritakannya. Mengabadikan kenangan. Sebab, suatu hari nanti saya akan lupa. Maka, setidaknya jika punya tulisan, saya akan kembali mengingat kenangan itu. Kenangan yang akan membuat saya bahagia sekaligus ...rindu.

  • view 254