Catatan Kontemplasi -1

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Project
dipublikasikan 27 Desember 2016
Catatan Kontemplasi

Catatan Kontemplasi


Saya ingin melakukan kontemplasi selama 23 hari dalam rangka menutup umur 22 ini menuju 23. catatan kontemplasi ini juga sebenarnya sebagai bentuk kerinduan saya akan menulis.

Kategori Acak

1.6 K
Catatan Kontemplasi -1

Beberapa bulan ini bisa dihitung tulisan yang saya buat, bahkan beberapa hanya quote. Padahal ada banyak hal yang ingin saya tuliskan. Tapi sebab banyak hal juga yang lebih harus saya lakukan maka kata-kata dan ide itu hanya ada di kepala. Maka, saya kembali membuat tantangan untuk menulis. Dan kebetulan memang ada momennya. Maka, semoga catatan kontemplasi ini menjadi hal yang membuat saya terus bersemangat untuk menulis, yang juga merupakan impian saya. Selain menghidupkan impian saya, melalui catatan kontemplasi ini semoga saya bisa mendapat banyak pelajaran sehingga bisa saya ambil dan menjadi pembelajaran untuk kehidupan saya. Catatan kontemplasi ini setiap hari saya tulis dalam buku saku, tapi akan saya tulis di medsos setiap tanggal ganjil. Kenapa setiap tanggal ganjil ? Pertama, sebab ini dimulai pada tanggal ganjil. Kedua, ini proyek menuju umur 23 yang juga ganjil. Ketiga, sayapun ganjil, belum meng-genap dan berharap tahun depan sudah meng-genap. ^^. Baiklah, ini adalah catatan kontemplasi pertama saya . Semoga me-nik-ma-ti ~

Hari ini saya membuka beberapa draft-draft catatan. Lalu, saya menemukan quote ini.

- Jangan menyerah ketika diri rasakan lelah. Lelah itu wajar. Jika tak rasakan lelah dan berat, mungkin kamu memang tidak sedang memperjuangkan apa-apa. - ©Quraners

Tulisan itu cukup menampar saya. Sebab, saya memang sedang merasa lelah. Lelah pada apa yang saya perjuangkan terlihat semakin jauh dari kenyataan. Tapi setelah menemukan tulisan ini saya menjadi kembali merasakan bahagianya saya ketika menemukan impian dan semangat menyusun langkah. Kembali menegakkan punggung dan menyunggingkan senyum semangat dan optimis. Biarkan rasa lelah itu ada, namun harus secepat mungkin saya menguapkannya bersama doa. Terbang ke langit sana. Menuju Allaah. Menguapkan rasa lelah yang akan menjadi kekuatan baru, serta menguapkan doa agar segera jatuh menjadi nyata. Saya percaya bahwa saya bisa. Saya percaya bahwa saya memang sedang memperjuangkan apa-apa. Apa yang saya perjuangkan akan nyata. Saya percaya.

  • view 180